NABIRE - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST., MT., menyatakan bahwa pihaknya memanfaatkan limbah botol plastik untuk membuat ornamen gapura dan tulisan di taman kantor dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026), Arfan menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi panitia 17 Agustus Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire yang mewajibkan setiap OPD, BUMN dan BUMD untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan dengan menghias kantor masing-masing.

“Kami dari DLH sendiri, sesuai dengan Tupoksi kami mengedepankan penggunaan limbah plastik dan limbah sampah untuk memberikan edukasi ke masyarakat bahwa tidak selamanya membuat sesuatu harus dengan bahan-bahan yang dibeli dari toko bangunan,” ujarnya kepada media.

Ia menambahkan, limbah plastik ternyata dapat diolah menjadi sebuah karya bernilai seni, seperti pembuatan gapura hias yang dikerjakan langsung oleh jajaran internal DLH Kabupaten Nabire.

Melalui karya kreatif ini, Arfan ingin mengajak masyarakat luas agar mengubah limbah plastik menjadi barang yang memiliki nilai tambah untuk berbagai kebutuhan kreatif lainnya tanpa harus selalu mengandalkan bahan material baru.

Dalam pengerjaannya, Arfan menyebutkan pembuatan gapura dan ornamen tersebut melibatkan seluruh pegawai tanpa terkecuali, mulai dari ASN hingga tenaga kontrak dan petugas penyapu jalan yang berkolaborasi bersama.

Lebih lanjut, ia menyampaikan tema khusus yang diusung oleh DLH pada peringatan HUT RI ke-81 ini berfokus pada upaya pengurangan sampah plastik serta mitigasi pencemaran lingkungan akibat perubahan iklim.

Arfan menyoroti kondisi cuaca saat ini, di mana kemarau berkepanjangan dan pemanasan global yang sedang dirasakan merupakan dampak nyata dari perilaku manusia yang kurang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

“Apa dampak dari kemarau ini? Itu tadi salah satunya pola hidup manusia yang tidak mau menjaga lingkungan, membuang sampah sembarangan, membakar hutan serta merusak hutan yang kita rasakan hampir di seluruh Indonesia hari ini,” ungkapnya.

Di akhir penjelasannya, Arfan berharap fenomena alam tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh umat manusia untuk senantiasa bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan demi masa depan bumi yang lebih baik. (sam)