DKPN Siapkan Langkah Strategis Amankan Stok Pangan Jelang Ramadan 2026

NABIRE – Menjelang tibanya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah (H) atau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan Nabire (DKPN) mulai memperketat pengawasan stok pangan. Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat tetap aman, sekaligus menekan potensi lonjakan harga yang kerap terjadi di hari-hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP., M.Si, menegaskan pihaknya telah menyiapkan skema khusus untuk menghadapi dinamika pasar. Fokus utama pemerintah saat ini menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga yang tidak wajar.
Hal pertama yang menjadi prioritas, yakni melakukan pemantauan stok secara rutin dan berkelanjutan. Tim dari dinas terkait secara berkala turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi di pasar-pasar sentral, seperti Pasar Kalibobo dan Pasar Bumi Raya, guna memastikan rantai pasok tetap berjalan normal.
Selain menyasar pasar tradisional, pengawasan juga diperluas hingga ke tingkat distributor pangan yang ada di wilayah Kabupaten Nabire. Dengan memantau stok di gudang-gudang distributor, pemerintah dapat memprediksi ketahanan pangan daerah selama beberapa bulan ke depan, terutama untuk komoditas esensial seperti beras, gula dan minyak goreng.
Langkah strategis lainnya, memperkuat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Nabire. Sinergi antar-instansi ini sangat krusial, terutama dalam memantau kelancaran distribusi pasokan agar tidak terjadi kemacetan logistik yang bisa memicu kelangkaan barang di tingkat pengecer.
Jika dalam pemantauan ditemukan adanya kekurangan stok atau lonjakan harga yang signifikan, Dinas Ketahanan Pangan akan segera mengambil kebijakan intervensi. Salah satu opsinya adalah mendatangkan pasokan distribusi pangan dari luar wilayah Nabire, khususnya dari daerah-daerah yang sedang mengalami surplus produksi.
"Kami berupaya semaksimal mungkin mengantisipasi kekurangan melalui kebijakan distribusi dari daerah penghasil. Tujuannya agar kebutuhan masyarakat di Kabupaten Nabire selama ramadan hingga Idulfitri dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau," ujar Yasor Victor Sawo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/02/2026).(sam)
Bagikan artikel ini



