NABIRE - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire (DKPN) hari ini (Jumat kemarin) meresmikan gedung aula barunya, sebuah langkah signifikan yang tak hanya memperkuat fasilitas internal dinas, tetapi juga menjadi fondasi baru dalam upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di daerah.

Peresmian pada Jumat (18/07/2025) ini menandai babak baru bagi DKPN. Sebelumnya, dinas ini hanya memiliki ruang pertemuan berukuran 3x11 meter, yang jauh dari representatif dan menyulitkan koordinasi program strategis. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP., M.Si, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas terwujudnya aula ini.

Pembangunan aula ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan tim penyusun anggaran daerah. Berawal dari anggaran Rp300 juta, dana berhasil ditambah menjadi Rp700 juta, memungkinkan pembangunan aula dan fasilitas pendukung krusial lainnya, seperti dapur dan gudang.

Yasor Victor Sawo menjelaskan, bahwa dapur ini dibangun khusus untuk mendukung program B2SA (Bergizi, Beragam, Seimbang, dan Aman) serta Jumpa Jumat Pangan. Program B2SA mengedukasi masyarakat tentang konsumsi pangan berkualitas, sementara Jumpa Jumat Pangan menjadi wadah interaksi dan distribusi pangan.

"Peresmian gedung aula baru ini akan menjadi fondasi kuat untuk memperkuat program ketahanan pangan secara menyeluruh," tegasnya. Diharapkan inovasi dan efektivitas program akan meningkat, berkontribusi pada ketersediaan pangan yang stabil dan harga terkendali.

Dengan fasilitas baru ini, DKPN Nabire kini memiliki tempat yang lebih representatif untuk menjalankan tugas pokoknya. Diharapkan, forum-forum diskusi di aula ini akan melahirkan gagasan inovatif, termasuk rencana ‘kios pangan’ yang diharapkan mampu menstabilkan harga dan menekan laju inflasi demi kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Pieter Erari, SE.,M.Si, secara resmi meresmikan dan membuka acara syukuran. Dalam sambutannya, Erari menyoroti peran krusial aula ini sebagai pusat strategis dalam membentengi ketahanan pangan di Kabupaten Nabire dari berbagai gejolak.

Erari menekankan, bahwa pembangunan aula ini melampaui sekadar penambahan sarana. "Pembangunan aula ini diharapkan menjadi ruang yang produktif, tempat berkumpul, berdiskusi, dan merancang kebijakan-kebijakan strategis yang mampu menjawab tantangan pangan," ujarnya, menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah.

Erari menggarisbawahi bahwa ketahanan pangan mencakup aspek distribusi dan aksesibilitas pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. "Aula ini akan mendukung koordinasi antara berbagai pihak terkait untuk menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran," tambahnya, menegaskan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama.

Peresmian gedung ini menjadi simbol nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Nabire dalam menghadapi potensi krisis pangan. Diharapkan, proses perumusan strategi dan implementasi program ketahanan pangan dapat berjalan lebih optimal. Keberadaan aula juga diharapkan memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ketahanan pangan melalui berbagai pelatihan dan lokakarya, sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

Acara ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Nabire, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat OPD, mitra kerja, serta seluruh staf Dinas Ketahanan Pangan.(sam)