NABIRE - Dinas Ketahanan Pangan Nabire (DKPN) secara resmi meluncurkan program penyaluran bantuan pangan untuk intervensi stunting tahun 2025. Acara launching ini dilaksanakan di Puskesmas Sanoba, Senin (4/08/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan besar di Nabire.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP., M.Si, dalam sambutannya menjelaskan, dasar pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Angka Stunting. 

Peraturan ini kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Bupati Nabire dan daftar pelaksanaan anggaran DKPN untuk tahun 2025. Bantuan pangan ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dialokasikan untuk penanganan stunting di wilayah Nabire.

Yasor Victor Sawo, juga menyampaikan bahwa tujuan utama dari penyaluran bantuan ini adalah untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Nabire. Selain itu, program ini juga bertujuan menyediakan pangan bergizi bagi para penerima bantuan, khususnya penderita stunting. 

Penyaluran bantuan ini difokuskan pada 14 Puskesmas yang tersebar di empat distrik, yaitu Distrik Nabire, Nabire Barat, Wanggar dan Teluk Kimi.

Keterbatasan anggaran di tahun 2025 membuat DKPN hanya bisa mengintervensi 14 Puskesmas. Meskipun demikian, Yasor Sawo berharap di tahun-tahun mendatang program ini dapat menjangkau lebih banyak Puskesmas di seluruh Kabupaten Nabire. 

Ia tak lupa juga berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Nabire dan para kepala Puskesmas yang telah berkoordinasi dengan baik, menunjukkan kerja sama lintas sektor yang penting dalam penanganan stunting.

Stunting merupakan salah satu dari empat program strategis nasional yang harus dilaksanakan. Selain stunting, pemerintah juga fokus pada inflasi, kemiskinan ekstrem dan pengangguran. 

Yasor Victor Sawo, menekankan pentingnya peran DKPN sebagai dinas yang bersifat sensitif dalam penanganan stunting, mengingat stunting berhubungan erat dengan ketahanan pangan dan asupan gizi.

Ia berpesan kepada para keluarga penerima bantuan agar memanfaatkan bantuan pangan bergizi ini dengan sebaik-baiknya. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan gizi anak-anak penderita stunting, sehingga status kesehatan mereka dapat membaik dan mereka bisa keluar dari kondisi stunting. Penyaluran ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk memastikan anak-anak Nabire memiliki masa depan yang lebih sehat.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, mewakili Bupati Nabire menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DKP Nabire dan semua pihak yang terlibat. 

Ia menegaskan bahwa permasalahan stunting bukan hanya tentang gagal tumbuh secara fisik, tetapi juga menyangkut masa depan generasi, kecerdasan dan daya saing bangsa.

Wakil bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk camat, kepala desa dan tokoh masyarakat, untuk bergandengan tangan dan bekerja sama. Ia menekankan bahwa intervensi stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini.

Bantuan yang disalurkan, baik berupa pangan bergizi, edukasi, maupun pendampingan, diharapkan dapat menjangkau sasaran yang tepat, yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak usia dini yang paling rentan terhadap stunting. 

Burhanuddin Pawennari secara resmi menyatakan program ini dibuka. Acara launching ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Nabire untuk memperkuat komitmen dalam membangun generasi emas. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada sinergi semua pihak dan pemanfaatan bantuan secara optimal oleh masyarakat penerima.(sam)