NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat memasuki awal tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika pasar global yang seringkali berdampak pada fluktuasi harga kebutuhan pokok di tingkat daerah, khususnya di wilayah Papua Tengah.

Sebagai langkah nyata, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire akan segera menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini dirancang untuk dilaksanakan secara mandiri oleh dinas terkait, maupun melalui kolaborasi strategis dengan para distributor, pelaku usaha pangan lokal serta instansi vertikal lainnya yang ada di Kabupaten Nabire.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP., M.Si, menjelaskan tujuan utama dari gerakan ini adalah menjamin stabilisasi pasokan dan harga pangan. Pemerintah ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses bahan pokok dengan mudah tanpa terbebani oleh lonjakan harga yang biasanya terjadi di momen-momen krusial.

"Kita berusaha menjamin kepastian ketersediaan bahan pangan menjelang Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri. Fokus kami adalah memastikan umat Muslim dan seluruh masyarakat Nabire dapat merayakan hari besar keagamaan dengan ketersediaan barang yang cukup, baik dari sisi kuantitas maupun keterjangkauan daya beli," ujar Yasor saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/02/2026).

Terkait ketahanan stok, Yasor menegaskan pihaknya menargetkan ketersediaan barang aman hingga tiga bulan ke depan, meliputi periode Februari, Maret hingga April. Dinas Ketahanan Pangan Nabire akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap stok bahan pangan pokok di gudang-gudang distributor maupun di pasar tradisional secara berkala. 

"Kami berharap dalam tiga bulan ke depan, seluruh bahan pangan pokok yang dibutuhkan masyarakat tetap tersedia dan mencukupi," tutupnya dengan optimis.(sam)