DKP2KB PPT dan Dinkes Nabire Gelar Baksos di Uwapa
NABIRE - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Provinsi Papua Tengah (PPT) menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Nabire melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, khusus penyakit-penyakit tidak menular dan pemeriksaan kepada Lansia dan mengajarkan kepada anak-anak tentang pentingnya cuci tangan.

NABIRE - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Provinsi Papua Tengah (PPT) menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Nabire melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, khusus penyakit-penyakit tidak menular dan pemeriksaan kepada Lansia dan mengajarkan kepada anak-anak tentang pentingnya cuci tangan.
Program Baksos dan Pelayanan kesehatan Gratis di Distrik Uwapa, yang dilakukan pada Senin (5/08/2024), Dikoordinir oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Anita Salombe, S.Si.,Apt
Disisi lain, Kepala DKP2KB PPT, dr. Silwanus A. Sumule, SpOG (K).,M.Kes dalam sambutannya, di Kampung Urumusu, Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire, kegiatan Baksos ini selain pengobatan, ada hal yang paling penting ialah mengupayakan-mengupayakan promosi, dan akan melakukan pemeriksaan khusus penyakit-penyakit tidak menular.
"Seperti pemeriksaan infeksi, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan asam urat dan kolesterol, tidak hanya di Papua Tengah tapi hampir sebagian di Indonesia penyakit tidak menular ini semakin meningkat," katanya.
Lanjutnya, untuk anak-anak yang ada, akan mengajarkan kepada mereka, bagaimana cara cuci tangan yang benar, bagaimana sikat gigi, bagaimana buang air besar (BAB) tidak boleh sembarangan, ada cara-cara yang diajarkan.
Harapan besar kegiatan ini bisa didukung dan disupport, teman-teman di Distrik Uwapa agar masyarakat mendapatkan manfaat. "Kalau masih ada yang kurang-kurang kami mohon maaf dan kita akan berkolaborasi bersama-sama," ucapnya.
Tambahnya, pemeriksaan kepada Lansia, Silvanus juga mengatakan akan melakukan pemeriksaan. Penyakit polio dan stunting, akan melakukan imunisasi teristimewa untuk anak-anak yang perempuan.
"Harapan ke depan, akan dilakukan secara komprehensif, melibatkan banyak tenaga ahli, melibatkan tenaga dokter dan kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap mereka yang ada keluhan," tutupnya.(edi)
Bagikan artikel ini



