Disnakertrans Akan Siapkan Pelatihan Otomotif dan Tata Boga

NABIRE – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire berkomitmen meningkatkan keterampilan masyarakat melalui program pelatihan yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang. Program ini difokuskan pada dua bidang keahlian yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, yakni otomotif roda dua dan tata boga.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Nabire, Tience Pigome, S.Sos., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/07/2026), mengatakan pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dasar yang aplikatif. “Tentang keterampilan, baik di otomotif maupun di tata boga, pengetahuan dasarnya mereka akan dapat di sana,” ujarnya.
Tience menjelaskan program ini tidak hanya sebatas pemberian teori, tetapi juga dirancang agar peserta dapat langsung membuka usaha setelah pelatihan selesai. Oleh karena itu, pihak Disnakertrans secara khusus menyiapkan bantuan peralatan kerja bagi para peserta.
“Untuk melanjutkan itu, memang kami juga menyiapkan peralatan kerja. Jadi, walaupun singkat, tapi mereka kembali bisa praktik karena kami membagikan peralatan kerja kepada mereka untuk bisa ada usaha lagi dengan peralatan yang kami bagikan itu,” tegasnya.
Terkait dukungan peralatan yang akan diberikan, Tience merinci bahwa setiap bidang mendapatkan paket perlengkapan yang lengkap. “Misalnya di tata boga, kami bagikan satu paket. Ada kompor, ada oven, kemudian ada mixer, ada blender, ada juga cetak kue. Itu satu paket tata boga yang nanti akan dibagikan setelah mereka selesai mengikuti pelatihan,” jelasnya.
Tidak hanya sektor tata boga, bidang otomotif pun mendapatkan dukungan sarana yang memadai guna menunjang operasional usaha mandiri peserta. “Begitu juga otomotif roda dua. Untuk alat-alat otomotif roda dua yang mau dibagikan, salah satunya ada kompresor,” tambah Tience memberikan gambaran bantuan tersebut.
Mengenai durasi pelatihan yang akan berlangsung selama enam hari, Tience mengakui bahwa waktu tersebut tergolong singkat, namun ia meyakini manfaatnya tetap optimal.
“Durasi waktu pelaksanaan untuk enam hari. Memang kalau untuk menerima materi, kami berpikir juga untuk enam hari itu singkat, tetapi mereka tetap dapat pengetahuan,” tutupnya. (sam)
Bagikan artikel ini



