Disdikbud Papua Tengah Gelar Lomba Kompetisi Siswa Distabilitas
NABIRE - Bertempat di Aula Kasih Tabernakel Nabire, Selasa (24/6/2025), Dinas Pendidikan dan Kabudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan lomba Kompetisi Siswa Distabilitas tingkat Provinsi Papua Tengah, yang diikuti oleh 12 siswa-siswi.

NABIRE - Bertempat di Aula Kasih Tabernakel Nabire, Selasa (24/6/2025), Dinas Pendidikan dan Kabudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan lomba Kompetisi Siswa Distabilitas tingkat Provinsi Papua Tengah, yang diikuti oleh 12 siswa-siswi.
Kegiatan lomba kompetisi siswa distabilitas ini dijadwalkan akan berlangsung selama 3 hari, dimulai dari 24 Juni hingga 26 Juni 2025 yang diikuti oleh 12 peserta. Dimana, 6 peserta dari Kabupaten Nabire dan 6 peserta lagi dari Kabupaten Mimika.
Untuk itu, Ketua Panita Pelaksana Kompetisi Siswa Distabilitas, Ira Irene Laim, S.Pd.K, yang ditemui Papuapos Nabire, Selasa (24/6), menuturkan kegiatan atau lomba kompetisi siawa distabilitas ini sangat memberikan perhatian bagi kita semua, karena pesertanya dari anak-anak hebat yang berkebutuhan khusus.
Dan kegiatan kompetisi siswa distabilitas ini dilaksanakan enam jenis lomba, antara lain lomba Teknologi Informatika Komputer (TIK), lomba merangkai bunga, membatik, tataboga, Hantara dan lomba kreasi barang bekas, tentunya membawa inspirasi bagi semua pihak.
Sehingga dari masing–masing jenis bidang lomba akan dinilai dan siapa yang berhasil keluar sebagai juara I dari 6 bidang lomba ini akan mewakili provinsi ke tingkat nasional, yang dijadwalkan akan berlangsung dari 1 Agustus hingga 4 Agustus 2025 di Jakarta.
Dengan demikian setelah adanya kegiatan lomba ini dan siapa–siapa yang keluar sebagai pemenang, akan didaftarkan lagi ke tingkat nasional untuk mengikuti lomba kompetisi siswa distabilitas sesuai dengan jadwal yang telah dikirim ke semua provisni yang ada di Indonesia.
Untuk itu sebagai tambahan, selaku ketua panitia pelaksana sangat menyanjung dengan melihat anak-anak berkebutuhan khusus bisa tampil dan menunjukan kemampuannya dan inilah waktu yang tepat untuk bisa melihat dan menyaksikan hasil-hasil karya anak berkebutuhan khusus.(des)
Bagikan artikel ini



