NABIRE - Demi mendukung para pendidik (guru) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah pedalaman atau 3T, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kebudayaan menggelar kegiatan seleksi Guru Mapega (Majukan Pendidikan Gratis Anak) di Papua Tengah.

Program tahun 2026 ini merekrut putra-putri daerah untuk menjadi guru SD, PAUD, Agama, Bahasa dan TIK di 7 kabupaten, dengan seleksi ketat dan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan program rekrutmen tenaga pendidikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang ditujukan untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Program guru pendidik tersebut diprioritaskan untuk putra daerah, usia maksimal 40 tahun, pendidikan minimal D2/D3/D4/S1 kependidikan dan tidak berstatus PNS/PPPK/Honorer tetap. 

Program ini sendiri meliputi guru SD, Agama (Katolik/Kristen), PAUD, Bahasa Inggris/Indonesia dan TIK. Dan siap ditempatkan di Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya.

Ada pun seleksi wawancara serentak di 7 kabupaten yang berlangsung selama dua hari, pada 22 sampai 23 April 2026 lalu dan untuk seleksi tersebut tim mendapatkan 500 tenaga Mapega guru daerah 3T yang lulus seleksi administrasi.(rob/humPemprov)