Disbudparpemora Nabire Gelar Pelestarian Kesenian Tradisional
NABIRE - Dalam rangka meningkatkan kelestarian di bidang seni dan budaya, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olaraga (Disbudparpemora) Kabupaten Nabire menggelar pelestarian kesenian tradisional Kabupaten Nabire, Jumat (14/10/22) di salah satu hotel di Nabire. Kegiatan dihadiri sanggar-sanggar seni yang ada di Kabupaten Nabire.

NABIRE - Dalam rangka meningkatkan kelestarian di bidang seni dan budaya, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olaraga (Disbudparpemora) Kabupaten Nabire menggelar pelestarian kesenian tradisional Kabupaten Nabire, Jumat (14/10/22) di salah satu hotel di Nabire. Kegiatan dihadiri sanggar-sanggar seni yang ada di Kabupaten Nabire.
Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si dalam sambutanya yang disampaikan Sekda Nabire, Herman Kayame, ST, MT, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian terhadap budaya-budaya tradisional sebagai wadah untuk kembali menumbuhkan kesadaran terhadap nilai-nilai budaya Kabupaten Nabire. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, turut menyebabkan pengikisan nilai-nilai budaya bangsa kita. Sehingga menjadi tanggung jawab pemerintah dengan melibatkan masyarakat sebagai objek utama pelaku pelaksanaan pelestarian budaya khususnya di Kabupaten Nabire.
“Untuk pengelola sanggar budaya se-Kabupaten Nabire, saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas setiap usaha dan upaya yang saudara saudari laksanakan selama ini. Semoga kegiatan yang dilaksanakan ini dapat menyelaraskan kesepahaman tujuan kita dalam mewujudkan masyarakat Nabire yang berbudaya dan paham akan nilai-nilai tradisional,” tuturnya.
Sementara itu , Plt. Kepla Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olaraga Kabupaten Nabire, Martina Deba, SE, mengatakan, pentingnya seni dan budaya di dalam masyarakat sering kali dilupakan. Seni harus menciptakan kerinduan akan hidup yang abadi, karena tujuan utama dari seni adalah hidup itu sendiri. Seni dianggap sebagai sarana yang penting bagi prestasi kehidupan sehingga harus memelihara ladang kehidupan agar tetap hijau dan memberikan pentunjuk kehidupan bagi manusia.
Lebih lanjut dijelakan, seni memiliki daya tarik sehingga menciptakan pribadi yang baik. Seni harus mampu membuat kemajuan sosial ekonomi. Selain itu mampu memberikan kesan positif kepada orang lain. Sebagai masyarakat penikmat karya seni para seniman akan memiliki tingkatan penilaian terhadap karya seni, mampu mengenang sejarah melalui seni dengan edukasi yang bertujuan untuk menyalurkan pesan-pesan sejarah untuk dikenang oleh generasi berikutnya. Menyampaikan nilai-nilai budaya dan ekspresi seniman ini sangat penting untuk melestarikan seni budaya didalam masyarakat.
Lebih lanjut dijelaskan, salah satu kesenian tradisional yang memiliki bentuk bermacam-macam, ada yang menggabungkan antara tari dan musik, nyanyian dan musik dan lain sebagainya. Hal ini dapat ditemukan di daerah penggunungan dan pesisir serta kepulauan yang mempunyai beberapa kesenian rakyat yang masih bertahan sampai sekarang. Kesenian tersebut diantaranya kesenian pikon (kaido), yosim pancar, balengan dan suling bambu dan lainnya.
Dikatakan, tantangan dalam upaya pelestarian kebudayaan khususnya kesenian tradisional semakin berat karena perkembangan zaman serta adanya arus globalisasi pada masa sekarang ini, mengakibatkan banyaknya perubahan yang terjadi di dalam pola kehidupan mayarakat, yang juga berpengaruh pada kebudayaan masyarakat itu sendiri.
Sementara itu, kebudayaan daerah peninggalan leluhur sudah mulai terpengaruh dengan kebudayaan yang berasal dari luar dan lambat laun kebudayaan daerah tersebut mulai terjadi pergeseran nilai-nilai budaya.
“Oleh sebab itu melalui kegiatan pelestarian kesenian tradisional yang masyarkat pelakunya dalam daerah kabupaten/kota, diharapkan dapat meningkatkan, menggali, melestarikan nilai-nilai seni dan budaya tradisional dalam kehidupan bermasyarakat sehingga nilai-nilai seni dan budaya tradisonal dapat terus dipertahankan dari generasi ke generasi. Seni bukan segalanya, tetapi tanpa seni segalahnya tidak berarti,” paparnya. (ist)
Bagikan artikel ini



