NABIRE – Sangat disayangkan, Kantor Kelurahan Karang Tumaritis, Nabire yang berada di jalan protokol, tidak diamankan sebagai kantor pemerintah dengan pagar.

Apalagi tata halaman sebagai kantor pemerintah terkecil yang berada di wilayah tangkapan banjir.

Terkesan dianaktirikan bagi kantor kelurahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dibanding dua instansi pemerintah yang berada di samping dan depan kantor kelurahan.

Puskesmas Karang Tumaritis yang berdampingan, terkesan nyaman karena di dalam pagar.

Demikian juga dengan SD Negeri Karang Tumaritis yang diamankan dengan pagar keliling.

Kantor Kelurahan Karang Tumaris terletak di pinggir jalan protokol yang juga dilalui oleh pemimpin daerah ini seperti Bupati, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ketua Bappeda, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), pimpinan organisasi perangkat daerah hingga masyarakat terkecil di Kota Nabire dan sekitarnya namun beberapa warga yang dihubungi terpisah menilai, pemerintah kita ini malas tau dengan keadaan.

Padahal, tidak hanya pejabat daerah tetapi  pejabat lain dari luar Nabire saat melaksanakan kunjungan kerja di daerah ini juga melihat kantor kelurahan tanpa pagar.

Kondisi pagar keliling kantor kelurahan Karang Tumaritis yang tak terurus oleh pemerintah, bukan baru satu dua tahun terahkir ini saja.

Lebih dari itu, kantor kelurahan ini tak dihiraukan pemerintah daerah, sekalipun berada di jalan utama dan menjadi salah satu tolak ukur wajah pemerintah mengurus dan menata perkantoran sebagai aset pemerintah di daerah ini.

Siapapun yang akan melintas jalan protokol lewat samping Pasar Karang Tumaritis, akan menyaksikan, kantor pemerintah yang telanjang, tanpa pagar.

Hanya terlihat bekas pagar dengan dua kawat duri yang sebagian sudah tidak nampak.

Lurah Kelurahan Karang Tumaritis, Yance Rumpombo, pertengahan pekan lalu menuturkan, permohonan untuk pagar keliling kantor sudah disampaikan berulang kali kepada pemerintah tetapi hingga saat ini tidak ada tanggapan.

Yance Rumpombo mengungkapkan, kebutuhan pengamanan kantor kelurahan dengan pagar keliling ini sudah pernah disampaikan saat ada kunjungan anggota DPRD Nabire.

Permohonan tersebut juga disampaikan melalui musyarawah rencana pembangunan distrik (Musrenbangdis) dan kepada pemerintah melalui Musrenbangda selama ini, namun tidak ada tanggapan.

Bahkan, Yance menambahkan, sudah pernah disampaikan juga kepala Kepala Dinas PU sejak tahun 2018, namun selama itu pula tidak digubris.

Beberapa warga Karang Tumaritis menilai, pemerintahan sekarang ini malas tau dengan pemerintah terkecil, hanya memperhatikan kantor-kantor pemerintah diatas, hanya untuk pemerintah tingkat kabupaten.(ans)