Dirjen Sugito Terkesima Keramahan Masyarakat Nabire
NABIRE - Dirjen Penanganan Daerah Pasca Konflik Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Sugito,
Bagikan
NABIRE - Dirjen Penanganan Daerah Pasca Konflik Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Sugito, SH.,MH, saat diwawancarai Selasa (7/8), di Pantai Nabire usai menghadiri dan melepas peserta Lomba Perahu Dayung Tradisonal dalam rangka Festival Budaya Pranata Adat untuk Perdamaian di Kabupaten Nabire kepada wartawan mengatakan, dirinya sangat terkesima dengan kondisi masyarakat di Kabupaten Nabire. Keadaan Papua, khususnya Nabire faktanya sangat jauh berbeda dengan apa yang mungkin biasa didengar lewat media. Buktinya, warga masyarakat Nabire sangat ramah dan kekompokkan warga masyarakat dengan pemerintah menunjukkan suatu wujud dari sebuah kerukunan. Katanya, salah satu program yang menjadi prioritas Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia saat ini adalah bagaimana mendorong produk unggulan kawasan pedesaan, meningkatkan sarana olahraga bagi masyarakat. Dan salah satunya yaitu dengan lomba perahu dayung tradisional ini, merupakan sebuah implementasi untuk meningkatkan olahraga desa. Dan lomba perahu dayung tradisional yang digelar ini sebenarnya bukan hanya olahraganya semata, tetapi ada multi efek yang didapat. ”Saya lihat Nabire ini cukup bagus, dan kedepan tinggal bagaimana nanti kita sinergikan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, saya rasa Kabupaten Nabire cukup bagus dan kerukunan antar umat beragama, adat, budaya sangat-sangat bagus, tinggal nanti kita kembangkan saja,” tuturnya. Dengan adanya salah satu pasangan peserta lomba perahu dayung tradisional dari kaum perempuan membuat dirinya terpukau dan sangat bangga dengan keberadaan mama-mama Papua yang sangat-sangat berani, kuat dan wujud dari emansipasi wanita di Nabire sangat tinggi. ”Peran perempuan di era emansipasi saat ini tidak ada bedanya dengan laki-laki, dalam proses peran yang harus dimainkan, baik itu dalam peran pembangunan maupun dalam kehidupan bermasyarakat,”pungkasnya. Dirinya selaku Dirjen Penanganan Daerah Pasca Konflik Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Pemerintah Pusat pasti akan mendukung apa yang menjadi harapan bagi Mama-mama Papua yang ada di Nabire dalam hal mempromosikan dan menjual hasil karya Mama-Mama Papua dengan di bangunnya sebuah ”Galery” di Kabupaten Nabire. (cad)
Bagikan artikel ini



