DOGIYAI – Pimpinan SKPD dan para Kabag pada Sekretariat Daerah (Setda), Asisten dan staf ahli belum mendukung sepenuhnya program, visi dan misi  Pemerintahan Kabupaten Dogiyai, dibawah kepemimpinan Bupati Dogiyai Yakobus Dumapa, SIP dan Wakil Bupati Oskar Makai, SH.

Instansi teknis bidang pembangunan ekonomi, pendidikan dan kesehatan, termasuk infrastruktur pembangunan di pedesaan, pembenahan pembangunan  dimulai dari Distrik Kamu Moanemani dan Distrik Dogiyai.

Pembenahan  jalan jembatan pemindahan pasar dan peningkatan bidang ekonomi  kemasyaakatan seperti itu ditindaklanjuti oleh instansi teknis.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas UKM dan Koperasi Kabupaten Dogiyai Secilius Kedeikoto, SE dalam pertemuan pimpinan SKPD yang dipimpin  Asiten III Setda Dogiyai, Semuel Rihi di aula keuangan beberapa waktu  lalu di Dogiyai.

Program yang masih belum ditindaklanjuti seperti pemindahan pasar dari pinggiran Kali Tuka ke pasar baru Ekemanida sudah dibentuk panitia tidak ditindaklanjuti.

Masih belum lagi pemerintah melalui instansi teknis memberi leluasa bagi masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan dan juga perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat setempat.

Ini memberikan perubahan dampak positif bagi warga yang kita pimpin.

Oleh sebab itu, Kepala Dinas UKM dan Koperasi secara terbuka melalui pertemuan itu meminta kepada Kepala Dinas Sosial Dogiyai untuk tidak membagikan bantuan beras miskin atau Raskin bagi masyarakat agar warga lokal diajak untuk berkebun, tanam sayuran dan buah–buahan.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan didampingi dinas teknis karena ada sayuran dari Nabire yang masuk ke Dogiyai, semestinya dari Dogiyai atau lokal saja yang ada di Moanemani.

Masih di kesempatan itu, Secilius Kedaikoto minta kerjasama dan dukungan dana lewat dinas melalui usulan program DPA instansi teknis yang bersentuhan langsung dengan program ekonomi kemasyarakat segera ditindaklanjuti.

“Program seperti demikian juga tak boleh keluar dari visi dan program Bupati Dogiyai.

Tidak ada alasan tak masuk kantor karena Covid, belum ada  uang atau DPA dipotong juga bupati atau wakil bupati belum ada di tempat.

ASN yang bertugas di Kabupaten Dogiyai kita melaksanakan tugas, bekerja untuk perubahan di tengah masyrakat,” ungkapnya.(don)