NABIRE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire, pada Kamis (20/11/2025), menggelar Rapat Kerja (Raker) Evaluasi Kinerja Dinas Kesehatan dan Puskesmas tahun 2025. Acara ini berlangsung di Islamic Center dengan mengusung tema ambisius, ‘Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Berkinerja Tinggi untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat, Produktif dan Mandiri’.

Raker ini menjadi forum strategis untuk mengukur capaian program kesehatan selama setahun terakhir dan merumuskan strategi perbaikan ke depan.

Asisten I Sekda Nabire, La Halim, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas melihat pekerjaan yang sudah berjalan.

Lebih dari itu, acara ini ditujukan untuk menilai secara kritis apa yang belum tercapai, sekaligus menemukan strategi perbaikan yang inovatif untuk tahun-tahun mendatang.

La Halim secara tegas menekankan enam poin penting yang harus menjadi fokus seluruh peserta, yang terdiri dari jajaran Dinkes dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Nabire.

Pertama, pentingnya koordinasi, komunikasi dan sinergi. Ia mengingatkan, keberhasilan program pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kerja sama yang solid antar seluruh unit.

"Jangan bekerja sendiri-sendiri, semua harus bergerak dalam satu arah dan satu komando," tegas La Halim, menuntut kesatuan gerak di lini terdepan pelayanan kesehatan.

Kedua, mutu pelayanan. La Halim meminta agar pelayanan kesehatan harus ditingkatkan agar semakin mudah, cepat dan ramah. Ia mengingatkan bahwa masyarakat berhak menerima pelayanan terbaik tanpa diskriminasi.

Ketiga, fokus program prioritas. Fokus utama harus tetap diarahkan pada penanganan masalah krusial seperti stunting, imunisasi, pengendalian penyakit dan peningkatan layanan dasar.

Keempat, optimalisasi anggaran. Setiap penggunaan anggaran kesehatan harus dikelola dengan efektif, transparan dan tepat sasaran demi memaksimalkan manfaat bagi masyarakat.

Kelima, peningkatan kualitas SDM kesehatan. Pelatihan, pendampingan dan supervisi tenaga kesehatan harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan untuk menjamin profesionalitas.

Keenam, ketersediaan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah diminta terus memperjuangkan pemenuhan sarana-prasarana kesehatan, khususnya untuk Puskesmas yang berada di wilayah terpencil.

La Halim berharap Raker ini dapat menghasilkan catatan dan rumusan program ke depan yang komprehensif. Program yang sudah baik harus terus ditingkatkan, yang belum maksimal perlu diperbaiki dan kendala program yang belum terlaksana harus diidentifikasi.

"Pada saat inilah, kesempatan bersama Kepala Puskesmas, Kepala Dinas dan Kepala Bidang, untuk meramu dan untuk menentukan kebijakan-kebijakan tindak lanjut," imbuhnya.

Ia menutup sambutannya dengan mengingatkan pentingnya mempertimbangkan perbedaan kondisi geografis dan demografis Nabire, sehingga pelayanan kesehatan dapat terlayani dengan baik di seluruh wilayah.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, S.Kep.Ns., M.Kes, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sistem kesehatan daerah dan memastikan masyarakat Nabire mendapatkan layanan kesehatan yang bermutu.

Silas Numobogre menilai, rapat evaluasi ini merupakan momentum penting untuk menilai capaian, mengidentifikasi kekurangan dan merumuskan perbaikan kualitas layanan.

Ia menegaskan, Dinkes bertanggung jawab memastikan seluruh program, baik di bidang pelayanan, pencegahan penyakit, sumber daya hingga kefarmasian, berjalan secara berkualitas.

"Saya berharap forum ini bukan sekadar ajang laporan, tetapi menjadi ruang diskusi yang jujur, terbuka dan komprehensif. Mari, kita fokus pada akar permasalahan serta merumuskan rencana tindak lanjut yang benar-benar dapat dilaksanakan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," pungkasnya.(amd)