Dinas PPKB Intervensi Stunting di 20 Kampung Tahun 2024
NABIRE - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nabire menunjukkan komitmen dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya. Sepanjang tahun 2024, dinas ini telah melaksanakan berbagai program intervensi stunting di 20 kampung yang tersebar di berbagai distrik di Kabupaten Nabire.

NABIRE - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nabire menunjukkan komitmen dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya. Sepanjang tahun 2024, dinas ini telah melaksanakan berbagai program intervensi stunting di 20 kampung yang tersebar di berbagai distrik di Kabupaten Nabire.
Kepala Dinas PPKB Nabire, Agustinus Pigome, diwakili Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Yosias Boma menyatakan, intervensi stunting ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Kami menyadari bahwa stunting memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, sehingga intervensi sejak dini sangat penting untuk mencegahnya,” ujar Yosias Boma saat ditemui wartawan Papuapos Nabire di ruang kerjanya, Senin (10/02/2025).
Yosias menyampaikan, program intervensi stunting yang dilakukan oleh Dinas PPKB Nabire meliputi berbagai aspek, mulai dari peningkatan gizi ibu hamil dan Balita, pemberian makanan tambahan, hingga edukasi tentang pentingnya pola asuh yang baik.
Selain itu, dinas ini juga bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Puskesmas, Posyandu dan kader kesehatan masyarakat, untuk memastikan program intervensi stunting berjalan efektif.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi masalah stunting ini. Peran serta dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar program intervensi stunting dapat berhasil,” kata Yosias.
Dinas PPKB Nabire juga terus berupaya untuk meningkatkan pelatihan dan pendampingan secara berkala dilakukan untuk memastikan mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan.
Selain itu, dinas ini juga melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program intervensi stunting. Data dan informasi yang diperoleh dari pemantauan dan evaluasi digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan efektivitas program.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Kabupaten Nabire memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di wilayah ini,” tegas Yosias.

Intervensi stunting yang dilakukan oleh Dinas PPKB Nabire di 20 kampung pada tahun 2024 telah menunjukkan hasil. Angka stunting di beberapa kampung yang menjadi sasaran intervensi mengalami penurunan. Namun, dinas PPKB akan terus bekerja keras untuk mencapai target penurunan angka stunting yang lebih signifikan.
“Kami berharap, dengan kerjasama dari seluruh pihak, kita dapat mewujudkan generasi muda Kabupaten Nabire yang sehat, cerdas dan berprestasi,” pungkasnya.(sam)
Bagikan artikel ini



