NABIRE - Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire terus melakukan pemutakhiran data pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) hingga memasuki triwulan pertama tahun 2026. Berdasarkan pendataan terbaru, tercatat sebanyak 202 unit usaha IKM yang telah terdaftar secara resmi dalam database dinas. 

Jumlah tersebut terbagi ke dalam dua kelompok besar, yakni Bidang Industri Logam, Mesin, Elektro dan Aneka (ILMEA) sebanyak 137 IKM serta Bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) yang mencakup 65 IKM.

Kepala Bidang ILMEA Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Jenie Kawer, S.T., M.M., menjelaskan rincian komoditas dari total IKM tersebut sangat beragam. Sektor industri pangan dan kerajinan masih menjadi penopang utama dalam klasifikasi usaha di daerah ini. 

Selain itu, terdapat pula unit usaha yang bergerak di bidang sandang, industri logam serta aneka jasa industri lainnya yang terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar lokal di wilayah Papua Tengah.

Meskipun data saat ini telah terhimpun, Jenie mengakui bahwa proses sinkronisasi database masih terus berjalan karena adanya dinamika di lapangan. 

Beberapa pelaku usaha yang sebelumnya terdaftar diketahui sudah tidak beroperasi lagi atau telah berpindah lokasi (tutup). Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi dinas dalam menyajikan data yang benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil ekonomi kerakyatan di Kabupaten Nabire saat ini.

Mengenai sebaran wilayah, Distrik Nabire tercatat sebagai daerah dengan konsentrasi jumlah IKM terbanyak dibandingkan distrik lainnya. Sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan, Distrik Nabire menjadi magnet bagi para pelaku usaha untuk membuka unit produksi. 

Infrastruktur yang lebih memadai dan akses pasar yang lebih dekat menjadi alasan utama mengapa para pengrajin dan pengusaha kecil lebih memilih menetap di wilayah perkotaan ini.

Sektor industri yang paling mendominasi di wilayah Distrik Nabire adalah kelompok industri aneka dan pangan. Kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan baku lokal menjadi produk bernilai tambah, seperti kuliner khas dan kerajinan tangan, menunjukkan potensi besar bagi peningkatan kesejahteraan warga. 

Dominasi ini diharapkan dapat terus didorong melalui pembinaan teknis dan bantuan legalitas usaha agar para pelaku IKM dapat naik kelas. "Data IKM yang paling banyak terkonsentrasi memang berada di Distrik Nabire," ungkap Jenie Kawer saat memberikan keterangan resmi melalui pesan singkat WhatsApp pada Selasa (10/03/2026). 

Pihaknya berkomitmen untuk terus memvalidasi data agar program bantuan dan pemberdayaan dari pemerintah daerah tepat sasaran serta mampu mendorong pertumbuhan sektor industri kecil di seluruh wilayah Kabupaten Nabire secara merata.(sam)