NABIRE - Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire dijadwalkan akan melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tersebar di wilayah tersebut pada Juli 2026 mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memantau perkembangan, kualitas produksi serta kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha lokal.

Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Yohanes Aris Pakombong, SE, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (03/06/2026). 

Ia menjelaskan persiapan menyambut agenda tahunan ini sudah mulai dimatangkan, termasuk koordinasi tim lapangan yang akan diturunkan langsung ke lokasi-lokasi usaha.

Menurut Yohanes Aris Pakombong, monitoring ini sangat krusial mengingat sektor IKM merupakan salah satu pilar penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Nabire. 

Melalui pemantauan langsung, dinas dapat mengumpulkan data yang akurat mengenai status aktif pengerajin dan pelaku industri, sehingga kebijakan stimulus di masa depan dapat tepat sasaran.

Lebih lanjut, pihak dinas juga akan memfokuskan pemantauan pada aspek standardisasi produk dan legalitas usaha. Di era pasar yang semakin kompetitif, Dinas Perindustrian Nabire berkomitmen membantu mempermudah para pelaku usaha mikro agar produk lokal Nabire mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik Papua, tetapi juga ke luar daerah.

Selain melakukan pendataan, tim monitoring nantinya juga diinstruksikan untuk membuka ruang dialog dengan para pelaku usaha. Segala aspirasi, keluhan terkait permodalan, pasokan bahan baku hingga kendala pemasaran akan dicatat sebagai bahan evaluasi untuk penyusunan program kerja dinas pada tahun anggaran berikutnya.

Diharapkan seluruh pelaku IKM di Kabupaten Nabire dapat menyambut baik dan bersikap kooperatif selama jalannya kegiatan di Juli nanti. Dukungan sinergis antara pemerintah dan pelaku usaha ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru yang mandiri di Nabire. (sam)