NABIRE - Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire terus berupaya melakukan penataan dan pendataan terhadap berbagai sektor usaha yang beroperasi di wilayahnya. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi, termasuk sektor penampungan barang bekas, dapat berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku serta terpantau dengan baik oleh pemerintah daerah.

“Kami dari instansi teknis terus melakukan monitoring di lapangan agar semua sektor industri, baik skala kecil maupun menengah, dapat terinventarisir dengan akurat demi kemudahan koordinasi ke depan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Yohanes Aris Pakombong, SE, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/06/2026).

Berdasarkan hasil pendataan terbaru yang dilakukan oleh tim di lapangan, pihak dinas kini telah mengantongi data riil mengenai jumlah pelaku usaha yang bergerak di bidang penampungan besi tua. Sektor ini dinilai memiliki potensi yang cukup berkembang seiring dengan meningkatnya aktivitas pembangunan di wilayah Kabupaten Nabire.

“Ada lima pengepul besi tua (Bestu) kata Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, bahwa jumlah pengepul besi tua yang sudah terdata ada 5 pelaku usaha pengepul besi tua,” kata Aris Pakombong. 

Aris Pakombong, mengungkapkan jalannya proses pemutakhiran data tersebut dipantau secara berkala. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada pelaku usaha yang luput dari pengawasan dan pembinaan instansi terkait.

Dari hasil penyisiran dan validasi data di lapangan, pihak dinas mencatat pergerakan angka yang pasti mengenai jumlah pelaku usaha yang aktif. Sektor pengepul besi tua ini menjadi salah satu fokus perhatian karena berkaitan erat dengan perputaran ekonomi daerah.

Pemerintah daerah berharap dengan adanya data yang valid ini, pembinaan dan pengawasan terhadap administrasi perizinan para pengusaha besi tua dapat dilakukan secara lebih optimal dan transparan. Langkah ini juga diharapkan mampu mencegah adanya praktik usaha ilegal yang merugikan daerah. (sam)