Dinas Kebudparpora Nabire Berkantor di Jalan Merdeka
NABIRE – Mulai hari ini, Selasa (22/10/2019) Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kebudparpora) Kabupaten Nabire mulai be
Bagikan
NABIRE – Mulai hari ini, Selasa (22/10/2019) Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kebudparpora) Kabupaten Nabire mulai berkantor di Jalan Merdeka, tepat di Gedung eks Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nabire. Kemarin (Senin, 21/10) pimpinan dan staf dari Dinas Kebuparpora telah mengemas dan memindahkan seluruh aset kantor sudah dipindahkan ke gedung baru. Kepala Dinas Kebudparpora Kabupaten Nabire, Natus Gobay dan Sekretaris Dinas Kabudparpora, Martha Pigome di sela-sela memindahkan aset kantor mengatakan, pindah ke gedung eks BKD ke depan jalan agar mudah dikenal oleh warga dan masyarakat umum. Sebab, kantor ini melayani banyak orang dengan banyak urusan sehingga harus berada didepan jalan sehingga muda dikenal dan dekat dengan kantor pemerintah lainnya. Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas mengatakan Dinas Kebudpapora bisa pindah berkantor di eks gedung BKD setelah menyelesaikan rehabilitasi kantor tersebut. Sebab, kantor tersebut rusak pasca pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sehingga tidak layak digunakan sebagai kantor pemerintah. Oleh sebab itu, sebelum pindah berkantor di jalan Merdeka, Dinas Kebudpapora melakukan rehabilitasi karena banyak yang rusak sehingga rehab dilaksanakan selama sebulan. “Ini kantor, kaca-kaca jendela dan beberapa bagian ruangan rusak, bahkan platform juga banyak rusak. Karena itu, kami rehab sebelum pindah berkantor disini,” ungkap Gobay. Kadin Kebudparpora, Natus Gobay mengatakan, untuk memperkenalkan identitas kantor, akan menata pagar dan papan nama kantor didepan dengan arstektur budaya yang bernilai seni. Demikian juga halnya, di halaman depan akan dihiasi dengan lukisan dan seni budaya. Sementara itu, praktisi seni budaya lokal, Edmar Ukago menilai, untuk memperindah kantor lewat lukisan dan seni pahat yang menggambarkan aneka budaya lokal, potensi wisata dan olahraga di daerah ini dengan menempatkan di bagian dinding kantor sehingga kantor tidak polos. Dan pagar kantor juga dipagar dengan memberikan ciri kantor. Menurutnya, kantor harus memberi ciri khasnya sendiri melalui lukisan, pahat yang bisa dipajang di dinding kantor. Di kantor ini minimal ada ciri budaya, wisata, pembinaan pemuda dan olahraga. Kantor Dinas Kehutanan misalnya, ia mencontoh, di halaman penuh dengan pohon-pohon yang menggambar hutan, di kantor Kebudparpora juga ada ciri khas warna kantornya sendiri. Kepala Dinas Natus Gobay secara terpisah mengatakan, sependapat dengan Ukago. Kantor Dinas Kebudparpora harus ada tanda-tanda ciri khas sebagai kantor budaya dan pariwisata. Karena itu, bila perlu nama kantor dipagar depan juga bernuansa seni budaya.(ans)
Bagikan artikel ini



