DEIYAI - Penanganan stunting salah satu program pemerintah pusat melalui kementerian terkaitnya, dalam rangka memperbiki gizi buruk bagi ibu hamil, bayi dan Balita.

Untuk menindaklanjuti program penanganan stunting ini, pemerintah daerah mempunyai peran aktif untuk terus berupaya melalui berbagai bentuk penanganan perbaikan gizi bagi ibu hamil, bayi dan Balita di seluruh Indonesia.

Untuk membicarakan tentang langkah dan strategis penanganan stunting, pemerintah Deiyai melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Deiyai, mengadakan pertemuan bersama petugas dan para tenaga medis, bertempat di Aula Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Deiyai, Senin (1/10/2025). 

Kegiatan pertemuan yang dilaksanakan sehari itu, dihadiri Bupati Deiyai, Melkianus Mote, untuk menyampaikan beberapa hal penting kepada para peserta pertemuan, sekaligus membuka kegiatan tersebut.  

Dalam kesempatannya, Bupati Deiyai menyampaikan beberapa hal terkait langkah dan strategis penanganan stunting di wilayah Kabupaten Deiyai.

Bupati Mote juga menyampaikan, penyediaan makanan gizi dan fasilitas penunjang penanganan stunting di Deiyai dan juga beberapa hal terkait lainnya. 

"Saya berharap para petugas tetap semangat, jalankan terus tugas dan fungsinya melalui tempat pelayanan masing-masing dan semoga melalui pelayananya dapat menekan angka stunting di Deiyai," harapnya seraya mengapresiasi tugas pelayanan para petugas.

Bupati Deiyai menambahkan, dalam penanganan isu stunting dibutuhkan sinergitas, partisipatif dan kerja sama dari semua pihak dan warga, terutama kerja keras petugas, khususnya para petugas Posyandu dari masing-masing kampung (76 kampung) di Deiyai sebagai garda terdepan dalam menekan angka isu stunting di Deiyai. 

"Sebagai salah satu langkah yang bisa menunjang menekan isu angka stunting, aktifkan semua Posyandu di setiap kampung. Selain itu, kita harus jalankan sistem kerja keroyok dari semua pihak dan dinas terkait. Hal ini perlu mengedepankan dalam penanganan isu stunthing," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DP3AKB Deiyai, Roby Bobii, S.Sos, mengatakan semangat koordinasi kerja diantara petugas penangan isu stunting tetap dipertahankan dalam menjalankan tugas sebagai petugas dan pendamping dalam penanganan.

"Apa pun yang menjadi kendala maupun terkait hal lain, terus koordinasi dan kerja sama agar apa yang dapat benahi bersama secara bertahap sesuai dengan kondisi yang ada," ungkapnya.(hbb)