NABIRE - Apel Konsolidasi TNI dan Polri pasca Operasi Ketupat dan persiapan pengamanan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) tahun 2019 dilaksanakan Jumat (14/06/19) pagi bertempat di Lapangan Apel Polres Nabire.Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho T, SIK yang diwakili Wakapolres Nabire Kompol Steyven Jonli Manopo, S.IK bersama Kasdim 1705/PN Mayor Inf Prihatin memimpin apel konsolidasi tersebut. Hadir pula Bupati Nabire yang diwakili Asisten I Setda Nabire La Halim, S.Sos, Ketua Pengadilan Negeri Nabire Erenst Jannes Ulaen, SH, MH, Danyon RK 753/AVT Mayor Inf Arief Setiyono, S.IP, Danden Zipur 12/OHH Mayor CZI. Fadil, Kasat Pol PP Kabupaten Nabire Kompol Steven Liatpasen, Dansub Denpom Kapten Cpm Hartanto, para perwira TNI/Polri dan tamu undangan lainnya.Adapun peserta apel, 1 regu Sub Den POM, 1 Pleton Zipur 12/OHH, 1 Pleton Yonif RK 753/AVT, 1 Pleton Kodim 1705/PN, 1 Pleton Brimon Den C Pelopor, 1 Pleton Sat Samapta, 1 Pleton Gabungan Staf, 1 regu Sat Polair, 1 Pleton Gabungan Polsek, 1 Pleton Sat Lantas, 1 Pleton Sat Intelkam, 1 Pleton Sat Reskrim, 1 Regu Sat Res Narkoba, 1 Regu Sat Pol PP, 1 regu DLLAJ, 1 Pleton Senkom, dan 1 regu RAPI Kabupaten Nabire.Dalam amanatnya Kapolres Nabire yang dibacakan Wakapolres menyebutkan, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Matoa 2019 telah terjadi 6 kasus kecelakaan kendaraan bermotor, yang rata-rata diakibatkan oleh pengedara kelelahan dan mengantuk. Dengan jumlah korban meninggal dunia 2 orang, 7 orang luka berat, 1 orang luka ringan dan kerugian materil selama pelaksanaan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H sebesar Rp81.000.000.Dalam pelaksanaan operasi tersebut juga telah terjadi 338 pelanggaran yang terdiri dari tilang sebanyak 18 kasus, dan teguran 320 kasus selama operasi ketupat matoa 2019 di wilayah hukum Polres Nabire.“Ucapan terim kasih atas hubungan kerjasama dari TNI dan komponen masyarakat lainnya sehingga Operasi Ketupat di Kabupaten Nabire dari tanggal 29 Mei - 10 Juni 2019 berjalan dengan aman lancar. Hal ini menunjukan soliditas TNI dan Polri serta kebersamaan dalam melaksanakan kegiatan,” tambah Waka Polres.Lagi katanya, pelaksanaan Pemilu telah selesai dilaksanakan namun kita ketahui saat ini sedang diajukan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) yang dampaknya bisa berimbas sampai ke Papua, khususnya calon legislatif dan Parpol yang merasa tidak puas, ini yang perlu diantisipasi bersama oleh kita semua aparat TNI dan Polri.“Pada pelaksanaan apel konsolidasi ini, kita mau menunjukan kesiapan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban khususnya mengantisipasi putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pemilu 2019,” ungkap Wakapolres Stenly.Diakhir amanatnya, Wakapolres juga mengatakan kebersamaan dan kekompakan TNI dan Polri sangat terasa, hal ini terlihat dari hampir tidak pernah terjaddi kesalahpahaman antara anggota di lapangan. Ini semua karena kekompakan Panglima TNI dan Kapolri yang memberikan contoh baik, kepada prajurit-prajurit di lapangan. Pelaksanaan apel konsolidasi TNI - Polri pasca Operasi Ketupat dan persiapan pengamanan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) tahun 2019 di Nabire berakhir pukul 08.30 WIT, dengan berjalan aman dan lancar.(wan)