Dibawah Kepemimpinan Bupati Douw, Masyarakat Rasakan Manfaat Pembangunan
NABIRE - Dibawah kepemimpinan Bupati Isaias Douw, S.Sos pembangunan berjalan dengan baik dan masyarakat Kabupaten Nabire dapat merasakan manfaat pembangunan. Pemikiran dan konsep pembangunan Kabupaten Nabire yang telah berjalan hampir lima tahun dibawah kepemimpinan I
Bagikan
NABIRE - Dibawah kepemimpinan Bupati Isaias Douw, S.Sos pembangunan berjalan dengan baik dan masyarakat Kabupaten Nabire dapat merasakan manfaat pembangunan.
Pemikiran dan konsep pembangunan Kabupaten Nabire yang telah berjalan hampir lima tahun dibawah kepemimpinan Isaias Douw telah membawa perubahan yang signifikan. Konsep pembangunan dari kampung ke kota berjalan dengan baik dan dinilai berhasil. Demikian dikatakan Tokoh Pemuda Pegunungan Tengah, Thomas Yeimo, Rabu (12/11) dikediamannya.
Dikatakan Thomas Yeimo, pemikiran dan konsep itu bukan hanya dituangkan dalam sebuah catatan tetapi dilaksanakan secara nyata. Bahkan dalam menjalankan konsep pembangunan itu, Bupati Douw juga melibatkan komponen masyarakat Kabupaten Nabire, sehingga bukan hanya nilai akhir atau hasil dari pembangunan yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekaligus proses pembangunan itu juga dapat mengadopsi aspirasi dan keterlibatan langsung masyarakat dalam pembangunan itu.
Ungkapnya, pembangunan yang dilaksanakan Bupati Douw dapat dilihat dikampung-kampung seperti pembangunan dan pembukaan sejumlah ruas jalan.
“Bila dulu masyarakat kesulitan dalam hal sarana transportasi, karena masih banyak kampung-kampung yang terisolir, kini jalan-jalan baru sudah banyak dibuka dan dibangun, jalan-jalan yang rusak diperbaiki, sehingga masyarakat dengan mudah dapat mengakses ke kota baik untuk melakukan aktivitas jual beli maupun pergi ke kantor atau kegiatan lain yang membutuhkan sarana tranportasi,” ujarnya.
Lanjutnya, dalam 2 tahun terakhir pembangunan difokuskan diperkotaan, sarana jalan diperbaiki, jalan utama dibuat dua jalur sehingga lelih memudahkan aktivitas.
Terkait adanya perbedaan pendapat yang menilai kepemimpian Isaias Douw, Thomas Yeimo mengatakan, bahwa hal itu wajar terjadi, namun yang perlu diperhatikan adalah penilaian itu harus bersifat objektif bukan atas dasar sentimen atau karena adanya kepentingan pribadi atau golongan.
“Kita lihat selama kepemimpinan beliau, banyak sudah pembangunan yang dilaksanakan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, kampung-kampung yang tadinya masih terisolir kini sudah terbuka dengan dilaksanakanya pembukaan dan pembangunan ruas-ruas jalan. Akses masyarakat di kampung-kampung sudah terbuka sehingga lebih memudahkan mereka dalam melakukan kegiatan, akses menuju kota sudah mudah. 2 tahun terakhir, pembangunan difokuskan di kota dan itu juga dapat kita lihat,” katanya.
“Kalau ada sebagian orang biang bahwa pembangunan utamanya dikota merupakan dana yang bersumber dari APBN atau dana dari Pemerintah Pusat itu memang benar, tetapi perlu kita telaah dan pahami, bagaimanan dana APBN itu sampai datang di Nabire, ini tentu berkat perjuangan keras dari Bupati Douw. Perjuangan yang tidak mudah untuk mendapat dana dari pusat, bupati telah berjuang bahkan harus mengemis ke Pemerintah Pusat agar Nabire mendapat perhatian serius dan didahulukan,” tuturnya.
“Itu sebuah perjuangan seorang Isaias Douw guna membangun daerah Kabupaten Nabire guna kepentingan dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya,” imbuhnya.
Lanjut Thomas Yeimo, Isaias Douw juga merupakan pemimpin yang aspiratif, mampu mengakomodir suara-suara rakyat, Isaias Douw mengerti dan memahami benar kebutuhan masyarakat melalui pendekatan-pendekatan yang dilakukan secara langsung dengan turun ke kampung-kampung, mendengar keluhan, kebutuhan masyarakat dan itu diakomodir untuk selanjutnya dilaksanakan.
“Memang tidak semua dapat terpenuhi dan itu wajar karena masa lima tahun bukan waktu yang cukup untuk memenuhi semua keinginan dan harapan masyarakat, tetapi beliau terus berupaya untuk mewujudkan keinginan dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Diungkapkannya, dalam hal bantuan secara pribadi, Isaias Douw juga termasuk pemimpin yang loyal, bantuan ke gereja-gereja, masjid dan tempat/sarana ibadah lain, organisasi-organisasi, bantuan dalam hal pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya juga dapat dirasakan dan dapat dilihat secara riil.
Dalam hal mempersatukan keberagaman suku, agama, dan budaya, Bupati Douw juga dinilai telah berhasil. Kondisi dan situasi Nabire aman dan kondusif, kebersamaan, saling menghormati dan saling menghargai antar suku, antar budaya dan antar umat beragama berjalan dengan baik dan harminis.
Oleh karena itu menurut Thomas Yeimo, pemimpin yang aspiratif, akomodatif, mengerti akan keinginan dan kebutuhan masyarakat patut dipertahankan, agar semuanya mengerti dan memahami siapa pemimpin yang baik dan cocok.
“Dari kriteria pemimpin, beliau Isaias Douw sangat pantas untuk kembali menjadi pemimpin di kabupaten ini. Kemana lagi kita akan mencari pemimpin yang mengerti dan memahami keinginan dan kebutuhan masyarakat, dimana lagi kita akan mencari pemimpin yang aspiratif dan akomodatif dan mampu menyelami rakyatnya melalui dialog dari hati kehati,” ungkapnya.
“Bila sudah ada yang tepat mengapa kita harus mencari yang lain,” tandasnya. Namun demikian, Thomas Yeimo memberikan saran karena ada dua catatan yang perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire.
Pertama, terkait dengan birokrasi pemerintahan, dimana masih banyak SKPD yang kurang pegawai utamanya eselon III dan IV.
“Data dulu jumlah pegawai di setiap SKPD karena saya lihat masih banyak SKPD yang kekurangan pegawai di bagian eselon III dan IV, benahi, isi kekurangan itu dan selanjutnya bekerja,” ujarnya.
Kedua, banyak pegawai yang pindah tugas sementara gaji masih tetap di Nabire. Ini juga perlu mendapat perhatian yang serius, karena bila tidak maka akan terjadi tumpang tindih gaji yang ujungnya akan merugikan keuangan negara/daerah. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



