NABIRE - Kader-kader Demokrat siap untuk menjadi lokomotif untuk membawa rakyat Indonesia menuju pintu gerbang kesejahteraan. Kader-kader Demokrat akan membawa rakyat Papua untuk duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi.   Demikian dikatakan Mantan Ketua PDC Partai Demokrat Kabupaten Nabire dan mantan anggota DPRD Kabupaten Nabire dua kali, Peter F. Worabay, dalam orasinya pada kampanye Partai Demokrat, Jum’at (21/3) di Taman Gizi Oyehe Nabire kemarin. Kader-kader Partai Demokrat tidak pernah membedakan ras, suku, agama dan golongan. Peter Worabay mengingatkan kepada Para Caleg, pada tahun awal berdirinya Partai Demokrat, khususnya pada Pemilu 2004, dimana Partai Demokrat mengalami masa sulit untuk bangkit berdri. Tahun 2009, Partai Demokrat mendapat suara terbanyak dan menjadi pemenang Pemilu. “Pada Pemilu 9 April 2014, mampukah kader-kader Demokrat unuk mengulang dan mempertahankan serta melanjutkan  kesuksesan seperti dalam Pemilu 2009.Mampukah kader-kader Demokrat unuk mempertanggungjawabkan terhadap dukungan rakyat yang telah diberikan pada tahun 2009,” ungkapnya. Dikatakan Feter Worabay, bukan tugas ringan untuk dapat melanjutkan kepercayaan rakyat. Demokrat saat ini diuji dengan sejumlah permasalahan hukum yang membelit sejumlah elitnya. M. Nazaruddin, Menpora, Angelia Sondakh terbelit hukum sehingga harus masuk penjara, dan itu merupakan pelajaran berharga bagi para Caleg Partai Demokrat. “Ingat dukungan yang telah rakyat berikan kepada Partai Demokrat jangan dinodai dengan keserakahan dan keinginan pribadi. Rakyat telah memberikan begitu besar kepada Demokrat ada tahun 2009 sehingga untuk pertama kali di Kabupaten Nabire dimenangkan Partai Demokrat sekaligus mendudukkan seorang kadernya menjadi Ketua DPRD,” tuturnya. “Mampukah kader-kader Demokrat memahami hati nurani rakyat, mampukah kita menyelami apa yang rakyat alami,” imbuhnya. Dinyatakannya, pada taggal 9 April ada 12 Parpol yang ikut berkompetisi, semua itu parpol yang sama dan yang membedakan adalah orangnya didalamnya. Mampukah kader-kader memahami penderitaan rakyat untuk selanjutnya disampaikan kepada Bupati, Gubernur dan Presiden. Dalam kesempatan itu, ada permasalahan di Kabupaten Nabire yang harus dipecahkan dan diselesaikan oleh Para Caleg utamanya Caled DPRD Kabupaten Nabire bila duduk. “Nabire dalam dilema, Nabire dalam masalah, dahulu tidak ada perbedaan, semua orang saling memanggil ipar, saat itu tidak ada orang pantai, gunung dan pulau, tidak ada dikatomi dan perbedaan. Persaudaraan dan kebersamaan dibangun dengan baik. Namun saat ini yang terjadi ada dikotomi dan perbedaan-perbedaan,” tuturnya. “Saya minta kepada Caleg Demokrat bila duduk nanti di DPR untuk menyelesaikan masalah ini. Kami memang berbeda tetapi darah kita sama. Ini khusus tanggungjawab khusus bagi DPRD Kabupaten Nabire. Jangan ada perbedaan. Gunung pantai pendatang kita saudara, semua masyarakat Nabire,” ungkapnya. “Ini tanggungjawab berat bagi Caleg DPRD Kabupaten Nabire, dimana harus merubah wajah Nabire,” imbuhnya. Namun Peter Worabay, yakin bahwa kader-kader Demokrat siap untuk menjadi lokomotof membawa rakyat Papua khususnya Nabire menuju pintu gerbang kesejahteraan tanpa adanya dikotomi dan perbedaan.    Demokrat Telah Memberikan Bukti   Sementara itu, Titi Yuliana Marey, dalam orasinya menyampaikan terima kasih kepada rakyat yang telah memberikan kepercaraan kepada Partai Demokrat sehingga menjadi pemimpin baik di pusat, provinsi dan kabupaten. Ditegaskan Titi Marey yang juga Ketua DPRD Kabupaten Nabire, apa yang telah rakyat percayakan kepada kader-kader Partai Demokrat tidak sia-sia. Karena Demokrat telah memperjuangkan dan melaksanakan kepercayaan itu dengan bekerja dan memberikan bukti nyata. Diakui Titi Marey, memang masih banyak yang belum dikerjakan Partai Demokrat untuk rakyat, tetapi bila rakyat kembali memberikan kepercayaan kepada kader-kader Demokrat, program-program pro rakyat akan dibuktikan. “Dimana-mana kita lihat, ini bukti, hanya Ketua DPRD Kabupaten Nabire yang tidak mempunyai rumah mewah dan mobil,kenapa saya bilang begitu karena semuanya saya kasih kepada rakyat.Bila ada kita makan sama-sama, bila tidak ada kita cari,” ungkapnya. Caleg anggota DPRD Kabupaten Nabire dari Dapil 4, menyadari masih banyak program yang belum dilaksanakan, masih banyak harapan rakyat yang belum dilaksanakan. Namun demikian, perjuangannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Nabire telah memberikan bukti untuk kesejahteraan rakyat Nabiresecara menyeluruh. Menurutnya, salah satu bukti adalah adaya perkebunan kelapa sawit yang ada merupakan bukti perjuangan yang ringan. Perkebunan kelapa sawit diperjuangkan bukan hanya dengan tenaga dan pikiran, tetapi dengan doa dan air mata. Kaitannya dengan Kamtibmas, Kabupaten Nabire berada dalam situasi aman dan kondusif.Itu karena Ketua DPRD-nya dari Partai Demokrat adalah seorang perempuan.Kerjasama dengan Muspida khususnya TNI-Polri dibangun secara baik. “Kita tentunya menginginkan situasi yang aman dan damai, karena tanpa keamanan dan kedamaian kita tidak mungkin bisa hidup tenang.Kita baru merasakan hidup sesungguhnya bila dibangun diatas situasi damai,” ujarnya. Ditegaskan Titi Marey, semua warga masyarakat yang hidup di Nabire harus mendapat porsi yang sama. Kader-kader Demokrat tidak pernah membeda-bedakan rakyat, semua yang hidup diatas tanah Nabire adalah mempunyai hak yang sama untuk damai dan sejahtera dan Demokrat tealh membuktikan itu dan akan terus memperjuangkan dan mempertahankan tanpa adanya perbedaan. “Ingat tanggal 9 April nanti, jangan lupa nomor 7 Partai Demokrat,” pugkasnya. (iing elsa)