Demo Tolak Pemekaran DOB
NABIRE - Aksi demonstrasi dilakukan Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua di Nabire, Kamis (31/03/11) pukul 14.00 WIT terkait dengan penolakan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Papua.

NABIRE - Aksi demonstrasi dilakukan Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua di Nabire, Kamis (31/03/11) pukul 14.00 WIT terkait dengan penolakan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Papua.
Massa mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Nabire untuk menggelar orasi terkait pemekaran DOB di Provinsi Papua. Kedatangan massa dikawal ketat aparat gabungan TNI/Polri, yang diterima langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Nabire, H. Mohammad Iskandar, SP, anggota DPRD Kabupaten Nabire diantaranya, Sambena Inggeruhi, Simon Tiranda, S.Sos, Drs. Musa Mallisa, Rohedi M. Cahya, Aten Madai, David Kadepa, Amandus Pigai dan Karel Tabuni.
Aksi mahasiswa tersebut selain menolak DOB di Provinsi Papua, massa juga menolak Otonomi khusus Jilid II dan mengatakan, bahwa elit-elit Papua stop mengatasnamakan rakyat Papua untuk kepentingan kekuasaan.
Selain itu juga, masa meminta kepada DPRD Kabupaten Nabire untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) DPRD terkait penolakan rencana penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB). Setelah melakukan orasi dan penyampaian aspirasi di depan pimpinan dan anggota DPRD Nabire, pimpinan DPRD Kabupaten Nabire yakni, Wakil Ketua II DPRD Nabire, H. Mohammad Iskandar, SP dan juga anggota DPRD Nabire Sambena Inggeruhi langsung menanggapi pernyataan dari mahasiswa dan menyatakan DPRD Nabire siap menerima aspirasi tersebut dan menindak lanjuti aspirasi tersebut ke pemerintah daerah.
Selain menyuarakan aspirasi secara langsung, perwakillan masa juga meyerahkan aspirasi dalam bentuk tertulis yang diterima langsung DPRD Kabupaten Nabire. Setelah menyuarakan aspirasinya, akhirnya masa yang mengatasnamakan Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua di Nabire membubarkan diri dengan tertib pukul 15.00 WIT dengan pengawalan ketat aparat keamanan. (cad)
Bagikan artikel ini



