NABIRE - Dari aksi demo yang dilaksanakan ratusan pelajar SMA, SMK dan beberapa murid SMP, Senin (17/2/2025) dan langsung puluhan pelajar ini diamankan pihak Polres Nabire. Dan tampak Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Dra. Dina Pidjer, Sekretaris Dinas Pendidikan, Viktor Tebay, S.Sos.,MAP dan Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.IK, bersama beberapa orang kepala sekolah dan guru, dalam kegiatan sesi tanya jawab, Kapolres meminta beberapa orang pelajar untuk mengusulkan pendapat atau pertanyaan.

Sehingga ada salah seorang perwakilan dari pelajar yang meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) diganti dengan program pendidikan gratis, namun Kapolres Nabire dengan sabar dan tenang menjawab bahwa program MBG merupakan program pemerintah pusat yang sudah diprogramkan oleh Presiden RI, H. Prabowo Subianto.

Dan program MBG ini tidak hanya di Papua, tetapi berlaku atau berjalan dari ujung pulau Sumatra sampai ujung pulau Papua, sehingga ini namannya program dan kebijakan pemerintah, sehingga marilah mendukung untuk menyukseskannya secara bersama-sama.

Dimana tujuan dari program MBG ini untuk melahirkan anak-anak Indonesia yang sehat, pintar dan kuat. Apabila anak-anak takut akan program MBG ini, selaku Kapolres mau katakan jika itu beracun atau tidak akan lebih dulu dimakan oleh para pejabat dan selanjutnya barulah anak-anak sekolah.

Sehingga anak-anak harus mengetahui bahwa program MBG yang merupakan kebijakan dari Presiden RI, Prabowo Subianto harus dijalankan dulu, sementara usulan yang baru muncul dari anak-anak soal program MBG digantikan saja dengan program pendidikan gratis.

“Ini semua baru sebatas usulan yang ada atau disuarakan saat kegiatan demo ini, sehingga usulan ini akan dicatat dengan baik oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire dan akan dibicarakan kembali pada tingkat pertemuan dengan para pejabat lain dan juga Bupati Kabupaten Nabire selaku pimpinan di daerah ini,” ujarnya.

Dan perlu adik-adik para pelajar ketahui bahwa, program MBG yang telah dicanangkan ini langsung diawasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dengan demikian sudah dipastikan mana makanan yang layak dikonsumsi dan mana makanan yang tidak layak dikonsumsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer menambahkan, sampai hari ini dinas pendidikan belum bisa memastikan kapan program MBG itu dilaksanakan. Tugas dinas hanya mengumpulkan data jumlah anak sekolah mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA dan SMK.(des)