Delegasi Penolak Blok Wabu Bertolak ke Jakarta Temui Kementerian ESDM

NABIRE - Tim advokasi penolakan Blok Wabu telah memastikan keberangkatan mereka ke Jakarta untuk bertemu dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keberangkatan ini merupakan langkah serius dalam upaya mereka menyampaikan aspirasi dan penolakan masyarakat adat serta mahasiswa terhadap rencana penambangan emas di Blok Wabu, yang berada di wilayah Intan Jaya, Papua Tengah.
Ketua Tim Advokasi Blok Wabu, Henes Sondegau, mengumumkan hal ini usai serangkaian pertemuan maraton di Gedung DPR. "Puji Tuhan, hari ini kita baru selesai. Setelah rapat paripurna, kita rapat lanjut lagi dengan rapat tim advokasi aspirasi Blok Wabu bersama DPR, tokoh masyarakat dan mahasiswa serta media yang akan bersedia untuk berangkat ke Jakarta besok," ujar Henes, Selasa (30/09/2025).
Pertemuan tersebut menegaskan soliditas tim yang akan membawa suara masyarakat ke tingkat nasional. Rombongan delegasi yang akan bertolak ke ibu kota terdiri dari perwakilan tim advokasi, tokoh masyarakat dan mahasiswa.

Henes Sondegau menyatakan bahwa mereka telah memiliki jadwal pasti pertemuan. "Satu Oktober kita akan ke Jakarta, sesuai dengan jadwal tanggal 2 Oktober akan bertemu Kementerian ESDM," katanya, menunjukkan bahwa komunikasi dengan pihak kementerian sudah terjalin dan membuahkan penetapan tanggal audiensi.
Fokus utama dari kunjungan ini adalah untuk secara langsung menyuarakan penolakan tegas terhadap eksploitasi di Blok Wabu. Henes menekankan pentingnya misi ini.
"Puji Tuhan, semua-semua sudah aman, kita fokus untuk membawa aspirasi dari masyarakat dan mahasiswa Intan Jaya dan khususnya, umumnya di Papua Tengah," tambahnya.
Aspirasi ini mencerminkan kekhawatiran mendalam akan dampak sosial dan lingkungan yang mungkin timbul akibat aktivitas pertambangan skala besar di wilayah tersebut.
Dengan keberangkatan delegasi ini, perlawanan terhadap rencana penambangan Blok Wabu memasuki babak baru, beralih dari konsolidasi di daerah menuju lobi dan negosiasi di pusat kekuasaan.
Masyarakat Papua Tengah menaruh harapan besar agar suara mereka didengar dan penolakan terhadap Blok Wabu dapat dipertimbangkan secara serius oleh Kementerian ESDM demi menjaga keberlanjutan wilayah adat mereka.(amd)
Bagikan artikel ini



