NABIRE - Pada Debat Terbuka II Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire Tahun 2020 dengan Tema Menyelesaikan Persoalan Daerah, Menyelaraskan Program Pembangunan Daerah Provinsi dan Nasional dan Strategi Penanganan Covid-19, yang berlangsung Kamis (19/11) secara Live, bertempat di Auditorium RRI Nabire Jalan Merdeka Nomor 74, berjalan aman dan tertib.

Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, para Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire nomor urut 1, Yufinia Mote, S.SiT – H. Muhammad Darwis (YUDA), pasangan nomor urut 2, Mesak Magai, S.Sos., M.Si – Ismail Djamaludin (MESI), pasangan nomor urut 3, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si – Tabroni Bin M.Cahya (FRANSBRO), terlihat mengikuti Debat Terbuka kali ini, semua pasangan colon lebih siap dibandingkan pada Debat Terbuka I (pertama) lalu.

  Pada penyampaian visi dan misi kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire, pasangan nomor urut 1, Pasangan YUDA mengatakan, Pasangan YUDA mempunyai visi dan misi untuk membangun Nabire limat tahun kedepan yaitu, terus menjaga Nabire berada dalam suasana aman, nyaman dan damai.

Mengedepankan asas keadilan dan pemerataan terhadap masyarakat terhadap pelayanan pemerintah, terutama bagi warga masyarakat yang berada di Kabupaten Nabire.

Nabire merupakan Kabupaten majemuk yang memiliki keberagaman suku dan agama ada di Nabire, sehingga warga masyararat harus dapat tumbuh dan berkembang bersama-sama tanpa ada konflik sosial.

Kemudian, Pasangan YUDA juga berjanji akan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi seluruh warga masyarakat Nabire terutama bagi anak-anak generasi masa depan bangsa yang ada di Kabapaten Nabire, dengan ketersediaan tenaga-tenaga pengajar, serta sistim pembelajaran yang baik terhadap anak-anak.

Menyediakan sekolah ramah anak, menyediakan lingkungan ramah anak Nabire. 

Selain itu, Pasangan YUDA juga menjanjikan peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat Nabire, terutama pada layanan kesehatan tingkat Puskesmas sebagai pelayanan dasar, yang menjaga masyarakat Nabire tetap dalam keadaan sehat walafiat.

Termasuk dengan peningkatan pelayanan di RSUD Nabire sebagai pusat rujukan dari berbagai daerah, terutama bagi warga masyarakat Nabire.

Sementara itu Calon Wakil Bupati nomor urut 1, H. Muhammad Darwis mengatakan, Pasangan YUDA akan lebih terkonsen kepada peningkatan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nabire, sehingga program UMKM jadi salah satu program Pasangan YUDA lima tahun kedepan, yakni dengan bergerak dari bawah termasuk memajukan sektor perkebunan, sektor pertanian, perikanan dan sektor peternakan dengan memberikan stimulus kepada para pelaku usaha melalui sektor perbankan dan juga bantuan pemerintah.

Disamping itu, peran pemuda untuk bersama–sama pemerintahan memajukan Nabire kedepan perlu berikan ruang atau wadah lintas agama dan suku dengan difasilitasi oleh pemerintah daerah melalui kegiatan-kegiatan positif.

  Sementara itu, pasangan nomor urut 2, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si dan Ismail Djamaludin (MESI) dalam penyampaian visi dan misinya Calon Bupati Nabire Mesak Magai mengatakan, Kabupaten Nabire merupakan kota sentral dari 6 kabupaten di Provinsi Papua, dimana dalam 8 program yang akan menjadi prioritas Pasangan MESI lima tahun kedepan.

Semua program tersebut diangkat berdasarkan berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Nabire saat ini.

Infrastrusktur jalan dan jembatan terbagi atas 3 ruas jalan yakni, ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten.

Jika dilihat saat ini kondisi jalan itu baik, berarti itu jalan nasional dan provinsi, sedangkan APBD Kabupaten Nabire 1,3 trilyun, tetapi kondisi ruas jalan hancur berantakan.

  Kedua, masalah pendidikan, jumlah guru di Kabupaten Nabire sebanyak 2.000 lebih guru yang dibagi 312 sekolah sangat minim.

Sekolah-sekolah yayasan yang berada di pelosok–pelosok atau kampung-kampung mengalami kekosongan guru.

Sehingga program Pasangan MESI kedepan adalah akan melakukan kerjasama dengan yayasan yang ada seperti YPK, YPPGI, YAPIS untuk mengangkat tenaga guru dari yayasan untuk menjawab persoalan kekurangan tenaga guru yang berada di daerah-daerah terpencil atau terisolir.

Demikian pula dengan masalah kesehatan, dimana di tingkat distrik dan kampung, pelayanan kesehatan tidak maksimal hanya karena masalah kesejahteraan tenaga medis.

Dan untuk menjawab kebutuhan tersebut Pasangan MESI berjanji akan meningkatkan kesejahteraan guru dan medis.

  Menurutnya, masalah mendasar di Kabupatean Nabire saat ini adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU), sehingga kebijakan atau program Pasangan nomor urut 2 (MESI) kedepan adalah menyediakan tempat untuk warga masyarakat dan layak untuk dijadikan TPU.

Sehingga tidak terjadi lagi pemakaman-pemakaman warga masyarakat di samping pekarangan rumah.

Demikian juga dengan masalah penataan sampah, Nabire dahulu dijuluki dengan Kota Singkong, sekarang jadi Kota Sampah.

Ini tugas dan tanggung jawab pemerintah kedepan dan Pasangan nomor urut 2 (MESI) telah membuat program untuk menata kebersihan Kota Nabire.

  Peningkatan ekonomi masyarakat Nabire perlu didukung penuh oleh pemerintah, jika hanya didukung oleh APBD 1,3 trilyun saja, warga masyarakat Nabire hidup di bawah garis kemiskinan.

Hasil pertanian, hasil pertanian, hasil perikanan, semua terserap habis oleh konsumen hanya karena Nabire ini kota sentral.

  “Saya hitung, dengan enam kabupaten di atas, seharusnya sekitar enam trilyun sedang beredar di Kabupaten Nabire dalam satu tahun anggaran, sehingga perekonomian itu dapat berjalan dengan baik.

Saya dengan saudara saya Ismail Djamaludin, kami dua akan menata, saya hidup di Nabire bersama rakyat, potensi kabupaten Nabire saya mengetahui persis.

dan saya bagi dalam 3 wilayah, Nabire pesisir dengan potensi kelautan, perikanan dengan wisatanya, wilayah  perkotaan yang memiliki Perikanan, perdagangan pertanian serta wilayah Nabire pegunungan dengan potensi hasil hutannya, maka APBD 1,3 Trilyun kalau di kelola dengan baik pasti rakyat Nabire sejahtera,” ungkap Mesak.

  Sementara itu, Pasangan nomor urut 3 (FRANSBRO) dalam penyampian visi dan misinya mengatakan, ilham yang diberikan Tuhan kepada Pasangan FRANSBRO, dimana Pasangan FRANSBRO berkesempatan untuk menjadi calon bupati dan wakil Bupati Nabire untuk merubah Kabupaten Nabire.

Aspirasi masyarakat yang diberikan kepada FRANSBRO sejalan dengan visi pasangan nomor urut 3 yaitu, Menciptakan Nabire Yang Bangkit, Mandiri dan Sejahtera yang Berkeadilan berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dengan Visi tersebut, FRANSBRO ingin meningkatkan Kabupaten Nabire ini menjadi suatu kenyataan.

Jadi bukan janji yang tanpa kenyataan, tetapi janji dengan hitungan provesionalisme, kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki dengan menyusun sejumlah Misi untuk Nabire kedepan.

  Kata Frans, bahwa misi yang pertama adalah bagaimana menciptakan stabilitas daerah.

Nabire harus stabil karena Nabire merupakan kota sentral, sehingga kemajuan dari berbagai aspek yang ada di Kabupaten Nabire dapat berjalan baik.

Nabire menjadi pintu gerbang pedalaman, Nabire juga menjadi pintu gerbang kemajuan di pesisir pantai mulai dari Goni sampai Kamarisano, Dipa, Menou, Siriwo, semua membutuhkan pemimpin yang takut akan Tuhan.

Pemimpin yang harus tahu diri, jujur dan pemimpin adalah wakil Tuhan, pemerintah adalah wakil Tuhan, kalau pemerintah baik, daerah pasti baik, dan Bupatinya sangat menentukan kemajuan suatu daerah.

  “Nabire adalah miniatur Indonesia, kita juga mengangkat peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur. Nabire perlu di rubah dalam Visi yang jelas dan Misi yang jelas.

Kita tidak boleh membangun Nabire dengan nilai dan angka yang tidak jelas, sehingga bersama FransBro kita pasti bisa,” tuturnya.

  Sementara itu, Calon Wakil Bupati nomor urut 3, Tabroni Bin M. Cahya mengatakan, Nabire sangat luar biasa, dimana ekonomi menjadi sorotan utama dan menjadi pintu gerbang bagi sejumlah Kabupaten yang berada di wilayah tengah Papua.

Potensi kelautan luar biasa, dan harus di manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan warga masyarakat Nabire.

Intinya, Nabire butuh satu perubahan yang kongkrit.

Dan semua kesejahteraan di segala sektor harus di maksimalkan dan di buat nyata.

Sehingga, pemanfaatan lumbung pangan bagi warga masyarakat Nabire harus betul-betul di realisasikan dengan baik oleh Pemerintah dan bersama Pasangan Nomor Urut 3 (tiga) FRANSBRO pasti bisa dan mampu mewujudkannya. (cad)