NABIRE - Debat kandidat Kabupaten Dogiyai yang kedua diselenggarakan di Nabire, berlokasi di Aula GKI Tabernakel Oyehe, Kamis (7/11/2024) lalu, bertemakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, reformasi birokrasi, penegakan hukum dan HAM, pengelolaan keuangan daerah serta pembangunan infrastruktur daerah.

Dikatakan Koordinator Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilihan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dogiyai, Isak Waine, saat ini memasuki kampanye debat Calon Bupati (Cabup) dan Cawabup Dogiyai yang kedua dan tinggal 20 hari lagi pemungutan suara.

"Pada kesempatan ini kami menyampaikan kepada para Cabup dan Cawabup bahwa, debat kedua ini momen terpenting untuk menjual menggali, menyampaikan ide-ide gagasan visi misi yang sudah dimuat, untuk mencari perhatiaan pada masyarakat Kabupaten Dogiyai," ujarnya.

Pada saat ini secara langsung melalui Jubi TV dan yang lain, sehingga dirinya berharap kepada Cabup dan Cawabup, debat kedua ini dimanfaatkan dengan baik-baik, jangan saling menyerang satu sama lain.

"Menyampaikan, menanyakan, pertanyaan sesuai dengan visi misi yang sudah dibuat oleh masing-masing pasangan calon," ungkapnya.

Dirinya juga ingin menyampaikan, terimakasih kepada panelis yang sudah membantu KPU, untuk menyiapkan materi dan mendukung debat 1 dan kedua, sehingga bisa melaksanakan debat kandidat Cabup dan Cawabup di kesempatan ini dengan baik.

"Kami juga menyampaikan terimakasih kepada Jubi TV, Papuapos Nabire YouTube, Seputar Papua, dan Seputar Nabire dan menyiarkan secara langsung kami ucapkan terimakasih," katanya.

Isak Waine mengatakan, debat kandidat yang kedua dan yang terakhir sehingga disampaikan untuk masyarakat Kabupaten Dogiyai, agar mengikuti visi misi debat kandidat yang Paslon sampaikan dan menentukan pilihannya pada tanggal 27 November 2024, agar bupati yang benar-benar membangun Kabupaten Dogiyai 5 tahun kedepan.

Adapun permohonan maaf yang disampaikan oleh Ketua KPU Dogiyai melalui Koordinator Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilihan KPU Dogiyai, Isak Waine, dikarenakan tidak sempat hadir untuk mengikuti debat kedua Cabup dan Cawabup, karena kegiatan yang tidak bisa untuk ditinggalkan.(edi)