Debat Kandidat Putaran Pertama, Terapkan Protokol Kesehatan
NABIRE - KPU Kabupaten Nabire, resmi menggelar debat terbuka putaran pertama dengan menerapkan protokol kesehatan, di gedung auditorium LPP
NABIRE - KPU Kabupaten Nabire, resmi menggelar debat terbuka putaran pertama dengan menerapkan protokol kesehatan, di gedung auditorium LPP RRI Pro I Nabire, Sabtu ( 31/10/20 ) pukul 10.29 WIT waktu setempat.
Pantauan Papuapos Nabire, dalam ruangan debat kandidat, terlihat tamu undangan dan tim kampanye telah disediakan 50 kursi dengan jarak yang telah ditentukan berdasarkan protokol kesehatan Covid-19 dan semua tamu wajib menggunakan masker.
Debat publik yang diikuti tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yakni
Paslon nomor urut 1 Yufinia Mote dan Muhammad Darwis (YUDA),
nomor urut 2, Mesak Magai dan Ismail Djamaluddin (MESI)
dan nomor urut 3, Fransiscus Xaverius Mote dan Tabroni Bin M Cahya (FRANS-BRO).
Debat kali ini mengangkat tema sesuai dengan PKPU ‘Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah serta Meningkatkan Pelayanan Masyarakat dan Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan’.
KPUD menghadirkan panelis yang mempuni, kompoten dan kredibel di bidangnya masing-masing seperti Jurnalis Senior Kabupaten Nabire, Suroso, SE, ex birokrat senior juga akademisi, Benny Kareth, SH, MAP, pencetus Noken Papua, Titus Pekei.
Dalam debat putaran pertama yang telah dilaksanakan tersebut dipandu oleh moderator handal Hendra Sanipar, mantan penyiar LPP RRI Pro I Nabire yang memiliki kemampuan komunikasinya tak diragukan.
Dalam sambutan, Ketua KPU Nabire, Wihelmus Degei, menegaskan kepada tiga Paslon untuk dalam berdebat tidak diperkenankan untuk saling menyerang dan menjatuhkan antara satu sama lain.
Namun paparkan visi, misi dan program kerja lima tahun mendatang kepada publik untuk diketahui.
Agar masyarakat datang ke TPS tidak ragu lagi dalam menetukan pilihan mereka pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.
Degei mengingatkan, debat terbuka yang digelar tersebut gunakan sebagai ruang untuk saling mempertajam visi misi dan program kerja Paslon yang satu dengan yang lain.
Tunjukan profesionalisme dan esksitensi masing-masing Paslon sebagai putra-putri terbaik yang di miliki Nabire dan layak pimpin Nabire 5 tahun mendatang.
“Saya menegaskan debat terbuka ini bukan untuk saling serang dan saling menjatukan.
Paparkanlah visi-misi dan program kerja 5 tahun kedepan agar masyarakat datang ke TPS tidak ragu lagi dalam menetukan pilihan mereka pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang,” pinta Wihelmus.
Dibeberkan Wihelmus, saat ini rakyat Nabire bahkan antero nusantara sedang menyaksikan melalui layanan siaran langsung yang telah disediakan melalui link resmi KPU Nabire yakni live streaming Youtube, Twiter, dan Facebook serta disiarkan langsung oleh LPP RRI Pro I dan Pro II Nabire.
“Kegiatan debat terbuka tersebut ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahuh 2020 dan diperkuatkan dengan PKPU Nomor 13 Tahun 2020,” akunya.
Ia pun menghimbau agar pelaksanaan pentahapan Pilkada masih dibayangi dengan bencana non alam, Corona Virus Disease (Covid-19) sehingga tetap mematuhi protocol kesehatan.
Jaga jarak, pake masker, cuci tangan dan hindari kerumunan.
Sembari mengakhiri sambutanya, Wihelmus menyampaikan pesan moralnya kepada awak media untuk tetap meliput tiap kegiatan pentahapan, namun diwajibkan untuk mematuhi protocol sehatan Covid-19.
“Kepada wartawan dari berbagai media anda tetap meliput tiap pentahapan, tetapi wajib mematuhi protocol kesehatan Covid-19,” sahut Wihelmus mengakhiri. (eby)
Bagikan artikel ini



