NABIRE - Dari 128 Sekolah Dasar (SD/MI) yang ada di Kabupaten Nabire, hanya 79 sekolah yang dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan jumlah peserta kelas VI sebanyak 2.521 murid SD/Mi, sementara SD lainnya berada di daerah Tertinggal, Terluar dan Terpencil (3T), sehingga tidak mengikuti TKA.

Untuk itu, Kepala Bidang (Kabid) SD/MI Dinas Pendidikan Kabuapaten Nabire, Albreth Sipahelut, S.Pd, yang ditemui Papuapos Nabire, Selasa (28/4/2026) membenarkan, tidak semua peserta didik kelas VI SD/Mi mengikuti ujian TKA, lantaran terbatas sarana penunjang, seprti listrik, jaringan dan sarana komputer atau laktop di sekolah–sekolah yang berada di daerah 3T.

Sehingga, selaku Kabid SD/Mi bersama kepala dinas mengambil kebijakan bagi sekolah di daerah 3T tidak diikutkan dalam ujian TKA, tetapi bagi sekolah yang berada di pinggiran dan kota diwajibkan mengikuti ujian TKA, karena TKA menjadi syarat utama melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya, sementara SD/MI di daerah 3T diberikan kemudahan.

Dan dengan adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, maka untuk kegiatan TKA di 79 sekolah dimonitoring langsung para pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, sementara untuk kegiatan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (ujian sekolah) diserahkan kembali kepada pihak gugus dan masing–masing sekolah.

Dengan demikian untuk mengakhiri akhir tahun pelajaran 2025/2026 ini, ada 128 SD/Mi yang terdaftar mengikuti ujian dengan jumlah peserta ujian kelas akhir sebanyak 2.942 orang yang tersebar di SD/Mi yang ada di wilayah Kabupaten Nabire. (des)