Dandim Buka Babinsa Pelatihan Pertanian se-Korem 173/PVB Ikuti
NABIRE-Komandan Kodim 1705/Paniai, Letkol Inf.Franz Yohanes Purba, membka seacra resmi pelatihan kader pertanian ketahanan pangan bagi Babinsa se-Korem 173/PVB, Kamis (29/1). Pelatihan yang digelar di Aula Makodim 1705/Paniai itu merupakan pelaksanaan MoU kerjasama antara K
Bagikan
NABIRE-Komandan Kodim 1705/Paniai, Letkol Inf.Franz Yohanes Purba, membka seacra resmi pelatihan kader pertanian ketahanan pangan bagi Babinsa se-Korem 173/PVB, Kamis (29/1). Pelatihan yang digelar di Aula Makodim 1705/Paniai itu merupakan pelaksanaan MoU kerjasama antara Kementrian Pertanian dengan TNI AD.
Jajaran Kodim Korem 173/PVB menyelenggarakan pelatihan pertanian dengan mengambil tempat di Kodim 1705/Paniai dan menggandeng Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire sebagai pemberi materi.Pelatihan yang diselenggarakan mulai 29-30 Januari itu diikuti oleh seluruh Babinsa jajaran Kodim Korem 173/PVB.Para Babinsa datang dari Kodim-Kodim dibawah Korem 173/PVB, diantara dari Kodim Puncak Jaya, Serui dan tuan rumah Kodim1705/Paniai.Bahkan bukan hanya Babinsa yang mengikuti pelatihan tersebut, para perwira dan Danramil dijajaran Kodim 1705/Paniai, juga nampat mengikuti pelatihan itu.Sementara materi peranian diberikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Yaso Viktor Sawo, SP.,M.Si dan Kepala Bidang Tanaman Pangan, Ir.Abu Bakar.Dikatakan Dandim 1705/Paniai, Letkol Inf.Franz Yohanes Purba, pelatihan Babinsa jajaran Kodim Korem 173/PVB merupakan pelaksanaan MoU antara TNI-ADdengan Kementrian Pertanian, dan pelatihan yang dilaksanakan itu melibatkan Babinsa di jajaran Kodim Korem 173/PVB dan Kodim 1705 dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan pelatihan.Menurut Dandim, ending yang diharapkan dari pelatihan itu agar TNI-AD khususnya Babinsa nantinya mampu menjadi pendamping para petani.“Kita berharap nantinya para Babinsa ini akan mampu mendampingi para petani dalam mengolah lahan-lahan pertanian, mulai dari menyiapkan lahan, bibit yang baik, penanaman hingga pelaksanaan panen.Para Babinsa yang telah dibekali dengan ilm-ilmu tentang pertanian utamanya hal-hal teknis diharapkan mampu menyerap dengan baik sehingga pada saatnya turun dilapangan benar-benar mengerti akan ilmu pertanian,” tuturnya.Dikatakan Dandim, Babinsa yang akan mendampingi para petani nantinya bukan hanya sekedar mendampingi tetapi sekaligus terlibat memberikan arahan/masukan yang baik bagi petani sehingga hasil yang diperoleh sesuai yang diharapkan para petani.“Bukan hanya mendampingi secara teknis pertanian, para Babinsa juga akan mengawal bahan-bahan pertanian.Misal bibit atau pupuk, Anggota TNI/Babinsa nantinya akan mengawal agar jangan sampai terjadi penyelewengan atau tindakan-tindakan oknum-oknum tertentu yang memainkan pupuk atau bibit.Jangan sampai seperti kasus penimbunan BBM, atau BBM subsidi yang dimainkan oleh segentir oknum untuk dijual menjadi BBM industry.Kita tidak menginginkan itu terjadi, sehingga kita akan kawal agar bibit dan atau pupuk yang diperuntukkan bagi para ptani benar-benar tersalurkan secara baik,” paparnya.Menurut Dandim, bahwa TNI AD melakukan pengawalan/pendampingan mulai dari perencanaan, pelaksanaan penananam hingga panen dan itu dilakukan oleh TNI AD semata-mata membantu bagi masyarakat khususnya petani.Untuk itu, Dandim meminta kepada para peserta pelatihan agarbetl-betul mengikuti dan dapat menyerap materi yang disampaikan dengan baik agar saatnya turun dilapangan untuk menjadi pendamping para petani yang betul-betul mengerti tentang pertanian.Para peserta bukan hanya mendapat materi berupa teori tetapi juga mendapat pembekalan ilmu-ilmu pertanian dengan praktek langsung dilapangan.Pelatihan itu mengambil tema “melalui kegiatan pertanian ketahanan pangan, Kodam XVII/Cenderawasih jajaran Korem 173/PVB siap mewujudkan swasembada pangan”.Ditambahkan Dandim, bahwa pelatihan yang melibatkan TNI-AD, disamping sudah menjadi MoU, juga untuk membantu program Presiden dalam upayanya membawa Indonesia swasembada pangan. (iing elsa)Foto : 31-01-15 Dandim dan Pelatihan PertanianPelatihan, Siapkan Babinsa Sebagai Tenaga Pendamping/PenyuluhNABIRE-Korem 173/PVB jajaran Kodim menyelenggarakan pelatihan kader pertanian ketahanan pangan selama dua hari yang mengambil tempat di Aula Makodim 1705/Paniai.Pelatihan dibuka oleh Komnadan Kodim 1705/Paniai, Letkol Inf.Franz Yohanes Purba.Sementara pemateri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Yaso Viktor Sawo,SP.,M.Si dan Kabid Tanaman Pangan, Ir.Abu Bakar dengan peserta Babinsa dijajaran Kodim Korem 173/PVB.Sebelum memaparkan materi, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Yaso Viktor Sawo, mengatakan, pelatihan kader pertanian ketahanan pangan itu diharapkan agar para peserta mendapatkan gambaran yang nantinya akan menjadi tugas diwilayah kerja dan sebagai kader pertanian pertanian dan ketahanan pangan selaku pendamping.Nantinya juga akan didampingi oleh PPL dari dinas pertanian dan perkebunan.Pelatihan itu juga merupakan salah satu bentuk untuk mengawal program dari Pemerintah Pusat, upaya khusus pengembangan tanaman padi, jagung dan kedelai.Dikatakan Viktor Sawo, dalam pelatihan itu akan dibicarakan ketahanan pangan dan apa itu swasembada pangan.Swasembada pangan tidak bisa lepas dari ketahanan pangan.“Kita berharap ada keterkaitan antara ketahanan pangan dan swasembada pangan, sehingga ketika sudah mencapai swasembada pangan maka kethanan pangan akan terwujud.Ketahanan pangan suatu kondisi terpenuhinya bahan pangan bagi kita, baik dalam jumlah, kualitas dan dari pengamanan.Ketersediaan bahan pangan apa itu beras, jagung, kedelai atau sagu.Kebutuhan itu terpenuhi baik dalam rumah tangga maupun konsumen.Kondisi untuk tersedianya bahan pangan harus dilakukan upaya-upaya agar kethanan pangan dapat diwujudkan,” tuturnya.Menurutnya, disejumlah negara yang memiliki lahan tandus seperti Korea dan Jepang, namun ketersediaan pangan itu cukup karena menggunakan teknologi, mampu merekayasa lahan bagaimana menyediakan bahan pangan.Ada teknologi hidroponik.Dicina mereka tanam padi diatas bangunan.Hidroponik, bagaimana mencarai lahan/tempat untuk menanam.Sementara di Indonesia yang mempunyai lahan yang begitu luas tetapi bahan pangan masih menjadi persoalan.Masih saja mendatangkan/mengimpor bahan pangan dari luar dan itu harus diupayakan agar tidak lagi mengimpor.“Kita harus memanfaatkan lahan-lahan/potensi-potensi yang ada untk dikembangkan tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan kita,” ujarnya.“Kita hars berupaya untuk menyediakan ketersediaan bahan pangan bukan hanya untuk penduduk Indonesia tetapi juga untuk penduduk dunia.Kebijakan pemerintah untuk tidak lagi mengimpor dari luar.Dalam jangka waktu 3 tahun mulai 2015-2018 itu akan terwujud dan itu menjadi program utama kita bagaimana pertanian dikembangkan termasuk kita di Kabupaten Nabire,” ungkapnya.Terkait dengan swasembada pangan, TNI-AD (Babinsa) dalam pelatihan sebagai kader pertanian dan dinas ertanian sebagai pendamping disetiap kegiatan pertanian, secara khusus di Nabire telah kerjasama dengan TNI sejak 2014, secara nasional sudah sejak 2012 dengan penandatangan MoU antara Aster TNI-AD dengan Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementrian Pertanian.Bukan hanya pembukaan lahan tetapi juga dalam penanaman tanaman palawija diatas area seluas 500 hektar.“Kita di Nabire, lewat kegiatan optimasi sawah tahun 2014, kita mendapat alokasi seluas 500 hekta, sehingga kerjasama kita dengan Kodim 1705/Paniai sudah dilaksanakan sejak 2014 lalu,” ujarnya.Menurut Viktor Sawo, adanya kerjasama Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire dengan TNI-AD dalam hal ini Kodim 1705/Paniai mempunyai dampak yang luar biasa, pendampingan dari Anggota TNI sudah sangat jelas.Viktor Sawo mencontohkan kerja sama yang telah berjalan itu di Makimi, yakni Dinas dan Koramil Lagari telah melakukan pendampingan/pembinaan kampung-kampung dalam kegiatan pertanian.“Ini yang kita harapkan terus, bila kemarin hanya pendampingan kedepan sudah secara teknis.Mulai dari perencanaan mulai dari persiapan lahan sampai pasca pane nada keterlibatan Anggota TNI/Babinsa,” katanya.Ungkapnya, ada kebijakan-kebijakan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire.Visi dari dinas 2010-2015, mewujudkan pertanian yang tangguh berbasis sumber daya lokal.Sedangkan misi untuk mewujudkan visi.Salah satunya meningkatkan ketahanan pangan dan itu menjadi program prioritas.Dalam misi kethanan pangan menjadi prioritas dan didalamnya ada sejumlah kegiatan.Untuk 2015 ada 9 program dengan 31 kegiatan.“Cukup banyak kegiatan, sehingga bila hanya dinas yang melaksanakan tidak akan mampu karena tenaga penyuluh yang terbatas.Hampir seluruh Indonesia tenaga penyuluh hampir 50 % ada pada batas usia pension, sehingga pertanian sangat kekurangan tenaga penyuluh.Dan kita berharap kerjasama dengan TNI nantinya melahirkan tenaga-tenaga pendamping, penyuluh untuk melakukan pembinaan dan bimbingan petani dilapangan. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



