NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), menunjukkan komitmen seriusnya dalam mengatasi masalah gizi buruk dan stunting. 

Hal ini diwujudkan melalui kegiatan ‘Fasilitasi Tim Penggerak PKK dalam Penyelenggaraan Gerakan Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Keluarga’, dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam penanganan stunting dan pemberian makanan bergizi.

Acara yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran (TA) 2025 ini digelar meriah di Auditorium LPP RRI Nabire pada Selasa, (30/09/2025). Kegiatan ini melibatkan 200 kader Posyandu dari delapan distrik, yakni Nabire, Makimi, Wanggar, Yaro, Uwapa, Nabire Barat dan Siriwo.

Dalam laporan panitia, Sekretaris DPMK, Fransiskus Magai, S.Ip, menegaskan peran vital Posyandu di tingkat kampung. "Menjalankan Posyandu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat penyampaian informasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak dan lansia," ujarnya saat membacakan laporan. 

Ia menekankan bahwa pencegahan stunting sangat penting di masyarakat dan tugas kader adalah memberikan informasi serta mendorong keluarga untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan tersebut melalui penyediaan makanan bergizi.

Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu, menjadi sarana penyegaran dan yang paling penting, diharapkan kader semakin mencintai tugasnya serta semakin kompak dalam penanganan stunting di Nabire. 

Pelatihan ini juga dirancang agar pengetahuan yang diperoleh dapat segera diaplikasikan dalam tugas pelayanan Posyandu di lapangan.

Sementara itu, Kepala DPMK, Pilemon Madai, S.Th., M.Th, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Dalam sambutannya, DPMK menyerahkan bahan makanan bergizi berupa beras, gula, telur, kacang hijau, susu bubuk dan obat vitamin kepada perwakilan pengurus Posyandu.

Bantuan ini, menurut Madai, merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Nabire. 

Ia juga berpesan agar bahan makanan tersebut tidak diperjualbelikan atau diberikan kepada pihak yang tidak berhak, melainkan harus diolah dan dijadikan bahan makanan siap saji untuk anak-anak dan keluarga yang membutuhkan agar terhindar dari gizi buruk dan stunting.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, yang sekaligus menyampaikan kabar membanggakan. "Bulan lalu, kami Tim Aksi Konvergensi Penurunan Angka Stunting Kabupaten Nabire memaparkan hasil pelaksanaan aksi konvergensi penanganan stunting di Kantor Gubernur. Dan puji Tuhan, Nabire nomor satu!," serunya disambut tepuk tangan meriah.

Prestasi ini, kata Wakil Bupati Nabire, menjadi motivasi besar untuk terus bekerja keras dalam penanganan ibu hamil dan anak usia dini agar mereka tumbuh sehat, tidak kekurangan gizi dan terhindar dari stunting. Ia menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Kunci keberhasilan, tegasnya, terletak pada kekompakan dan sinergisitas antara pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan dan para kader Posyandu di lapangan. 

Wakil Bupati Burhanuddin juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Posyandu sebagai pilar utama pelayanan dasar di tingkat kampung.

Posyandu, lanjutnya, harus menjadi pusat edukasi gizi, sanitasi dan pembinaan keluarga, bukan hanya melayani kesehatan Balita dan ibu hamil. Ia berharap para kader Posyandu dan tenaga kesehatan terus meningkatkan kapasitas, dedikasi dan pelayanan yang tulus.

Sebagai penutup, Wakil Bupati Nabire menyatakan penyelenggaraan gerakan pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan keluarga melalui Posyandu dalam penanganan stunting tahun 2025 resmi dibuka, ditandai dengan penyerahan simbolis makanan bergizi kepada perwakilan peserta. Upaya ini menjadi investasi besar untuk masa depan anak-anak Nabire.(sam)