NABIRE - Kedepan untuk proses pelayanan pemerintah kepada masyarakat di tingkat kampung, distrik dan kabupaten, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memiliki moralitas, integritas dan disiplin. Apabila ASN telah memiliki tiga hal ini, diyakini ASN dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Karena berdasarkan data CPNS formasi 2018 ini lebih dominan ASN guru dan tenaga kesehatan.

Demikian dikatakan Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, saat membuka kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS formasi 2018 golongan II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire, Selasa (18/10/22) di Gedung Olah Raga (GOR) Nabire.

Kata Bupati Mesak, di Kabupaten Nabire ada 15 distrik, namun sampai saat ini di Distrik Dipa dan Menou tidak ada guru dan tenaga medis. Sehingga kedepan dari 501 orang CPNS formasi 2018 akan ditempatkan langsung ke daerah pelosok Nabire.

Bupati meminta agar ASN formasi 2018 sudah harus siap bekerja di wilayah Distrik Dipa, Menou, Wapoga dan Distrik Teluk Umar. Karena di wilayah Distrik Wapoga dan Teluk Umar hingga saat ini sangat kekurangan tenaga guru.

Sehingga untuk pengangkatan CPNS menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus dibekali. Maka kedepan, tidak lagi ada alasan, tetapi bagi ASN siap ditempatkan dimana saja dan kapan saja guna memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si bersama Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin telah mempunyai 6 program prioritas yang harus disampaikan langsung kepada masyarakat di distrik dan kampong. Dan hal ini menjadi tugas para peserta Latsar yang mampu terjemahkan 6 program tersebut. (des)