Covid Nabire Belum Ada Transmisi Lokal, Masih Klaster Goa
NABIRE - Meski sejak 26 Maret 2020 hingga kini 30 Mei 2020 tingkat penyebaran Corona Virus Disease 2019 (2019) sesuai hasil trakcing
NABIRE - Meski sejak 26 Maret 2020 hingga kini 30 Mei 2020 tingkat penyebaran Corona Virus Disease 2019 (2019) sesuai hasil trakcing terhadap 1.673 orang terutama keluarga pasien dan orang-orang yang bersentuhan langsung dengan pasien positif Covid-19, namun belum adanya transmisi lokal, dan masih Klaster Goa plus keluarga terdekat pasien positif Covid-19.
“Sejak 26 Maret lalu hingga 30 Mei ini perkembangan Covid-19 di Nabire masih dari Klaster Goa plus keluarga terdekat pasien positif Covid-19,” ungkap Plt. Sekda Nabire, Daniel Maipon, S.STP di Aula Rapat Kantor Bupati, Sabtu (30/05/20).
Walaupun demikian, Daniel mengaku, satu penambahan positif terpapar Covid-19, hasil tes swab, Kamis (28/05/20) adalah seorang bidan di RSUD Nabire berinisial SM. SM terpapar ketika tanpa sepengetahuan menolong salah satu istri dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 saat bersalin. Dengan adanya kasus itu, ia mengaku, kesigapan Tim Gugus Tugas Covid-19 dan tim medis RSUD Nabire segera bergegas trakcing cepat melalui rapid tes kepada keluarga SM. Konon semua anggota keluarga SM hasilya non reaktif.
Dikatakan Daniel, perkembangan itu menunjukkan dan dapat dipastikan bahwa penyebaran Covid-19 belum terpapar meluas sampai ke tingkat masyarakat. Sehingga memudakan bagi pihaknya, Gugus Tugas dan tim medis dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Nabire.
“Perkembangan penyebaran Covid-19 di Nabire, belum meluas sampai ke masyarakat luas, sehingga memudakan bagi kami baik Pemda, Gugus Tugas dan tim medis untuk cegah penyabaranya,” kata Daniel.
Lantaran itu, menurut Daniel, penyebaran paparan Covid-19 di Nabire bisa dicegah bukan melalui kecanggihan alat, anggaran yang besar. Namun melalui ketaatan warga terhadap anjuran Pemda, dan keseriusan Pemda dalam bekerja. Terlebih dari itu untaian doa dari seluruh masyarakat.
“Kondisi ini membuat kami Pemda berfikir bahwa sebenarnya kasus ini kita bisa cegah bukan karena kecanggihan alat, bukan karena uang yang banyak tetapi kita bisa cegah karena ketaatan warga dan keseriusan Pemda dalam bekerja. Dan doa dari seluruh masyarakat,” kata Daniel.
Sementara itu, Vikor Fun selaku Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam lapornya membeberkan, data kumulatif pasien positif Covid-19 adalah tercatat sebanyak 19 orang. Namun, kata Viktor, sesuai dengan hasil tes wab, Kamis (28/5/20) dinyatakan sembuh sebanyak 9 orang, dan atas nama Pemda dan Tim Gugus Tugas serta tim medis secara resmi suda dikembalikan oleh Bupati Nabire.
Ia menjelaskan, 10 orang yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 kini sedang dirawat di RSUD Nabire yang juga sebagai RS rujukan pasien Covid-19 wilayah adat Meepago. Viktor merinci, 10 pasien positif, terdiri dari 5 pasien masih dinyatakan positif Covid-19 dan 5 pesien dinyatakan negatif sesuai hasil tes swab, Kamis (28/05/20).
Namun sesuai SOP atau pedoman penangan pasien positif Covid-19, belum bisa dinyatakan sembuh karena perlu dilakukan tes swab yang kedua.
“Lima pasien kita yang negatif hasil tes swab pertama sesuai SOP dari Tim Gugus Tugas Pusat belum bisa disanyatakan sembuh, tapi 1 kali swab baru bisa dinyatakan sembuh. Maka perlu dilakukan tes swab yang kedua,” jelas Viktor.
Sedangkan yang kini tercatat 16 ODP tersebut, diakui Viktor, ditetapkan berdasarkan rapid tes dan analisi dari tim survelens Tim Gugus Tugus Covid-19 Kabupaten Nabire. Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire, dr.Frans Sayori, M.Kes melalui keterangan persnya, Jumat (29/05/20) menjelaskan, diirnya bersama Tim Gugus Tugas telah melakukan rapit test sebanyak 1.673 orang, dan 3.900 orang akan dilakukan minggu depan (pekan ini, red).
"Kami sedang bekerja keras memutus mata rantai covid-19. Mari kita selalu patuhi himbauan pemerintah, jaga jarak, cuci tangan, jaga imun tubuh dan tingkatkan iman kita," imbuh dr. Sayori. (eby)
Bagikan artikel ini



