NABIRE - Sabtu pagi 9 Maret 2019 hingga siang kemarin di sepanjang Jalan Pepera, Distrik Nabire Kabupaten Nabire telah dilaksanakan kegiatan Car Free Day di bilangan Jalan Pepera. Program positif berupa kegiatan olahraga, pertunjukan musik dan seni serta kegiatan usaha kecil dan menengah ditambah kegiatan minat dan bakat kreatifitas millenial sesuai rencana kegiatan dari panitia penyelenggara. Meskipun belum didukung regulasi hukum, entah itu Peraturan Daerah (Perda) maupun Perbup Kabupaten Nabire, namun telah dicanangkan sebelumnya oleh pemerintah daerah melalui instansi atau dinas terkait dengan ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Nabire, Isaias Douw, ketika digelarnya Millinneal Road Safety Festival, 23 Februari lalu. Pantauan langsung di lapangan, selain kegiatan olahraga pertunjukan musik dan seni pada kegiatan car free day di Nabire ini diisi dengan kegiatan minat dan bakat berupa penyedian stand serta ruang bebas terbuka untuk para pelajar baik sekedar berkumpul, belajar bersama dan menggambar bagi anak-anak usia dini hingga sekolah dasar. Beberapa orang pelajar tingkat SD dan SMP nampak terlihat dalam pelaksanaan kegiatan yang diperuntukan untuk publik ini. Dari raut wajar mereka nampak terlihat ceria sambil berinteraksi satu dengan lainnya. Sekawanan lebih siswi SMP Negeri 4 Nabire, ketika ditemui awak media ini kemarin menyatakan senang dan merasa terbantu serta terhibur dengan adanya kegiatan tersebut. Bahkan dari mereka menginginkan kegiatan car free day itu dilaksanakan secara kontinyu di hari dan waktu libur sekolah. Firda Ayu Wulandari, pelajar SMPN 4 mewakili teman-temannya juga berharap dalam pelaksanaan car free day itu lebih banyak ditampilkan ataupun menampilkan kegiatan positif bagi kaum milenial dan dibuatkan stan-stan tambahan seperti, adanya perpustakaan serta kegiatan bermanfaat lainnya bagi pelajar. Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya guna menepis anggapan miring dari maksud dan tujuan dilaksanakan car free day di Nabire, pihak Kepolisian Resor Nabire menyatakan kegiatan tersebut bagian dukungan dan masuk progres kegiatan tambahan Millennial Road Safety Festival yang dilaksanakan bulan Februari 2019 kemarin di seluruh Indonesia. Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu. Suhardi Syahaitua, S.Sos menyampaikan intinya dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Nabire sangat mendukung serta ikut mencetuskan dan mediasi berlakunya car free day tersebut. Untuk pelaksanaannya dibawah fungsi terkait, karena berkaitan dengan penggunaan jalan serta fungsi jalan. “Kami dari Polri khususnya Satlantas ikut mengamankan jalannya kegiatan tersebut agar tidak keluar dari koridor yang sudah ditentukan,” ujarnya. Ditambahkan Kasat Lantas, selain giat car free day juga dapat digunakan untuk tempat berinteraksi antara masyarakat serta tempat seni baik itu Ranmor maupun pentas seni yang punya bakat silakan ditampilkan dan berkoordinaai dengan stakeholder yang ada biar kegiatan tidak bias serta tetap teratur sesuai dengan jadwal yang ada. Hal ini juga sebelumnya dari dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire melalui perwakilannya sebelumnya menyatakan dukungannya. Dari pemerhati lingkungan dan pembangunan di daerah ini Bentot Yatipai, berpendapat kalau melihat progresif kegiatan tersebut sangatlah positif. Tentunya, masyarakat juga harus memahami dan memanfaatkan kegiatan tersebut sesuai tujuan dan harapan yang ingin dicapai. “Dengan dikoordinasi pihak Satlantas, Dinas Perhubungan Nabire dan Kopena, saya berharap car free day bisa menjadi ruang publik, yang mengakomodir kebutuhan akan areal berolahraga, berkreasi dalam berbagai minat dan bakat. Tentunya dengan adanya pengunjung dan penjual jajanan, industri kreatif dan lainnya akan muncul zona ekonomi baru, tempat transaksi keuangan pada kegiatan ini,” terangnya. Lanjutnya, seperti pula diberitakan sebelumnya, terkait regulasi hukum diharapkan kiranya Pemda, dalam hal ini pimpinan daerah dapat membuatkan sebuah payung hukum dan teknis pengelolaan car free day. Awalnya ini bisa diatur dalam Perbub sambil menunggu menjadi Perda. “Kegiatan ini kedepan bisa menjadi salah satu sumber PAD, dari retribusi pedagang dan pengunjung. Animo masyarakat saya lihat memang belum nampak, mungkin membutuhkan waktu dan proses. Kita lihat perkembangannya dalam 2 bulan kedepan,” tandasnya. Hal senada disampaikan perwakilan komunitas yang ada di daerah ini. Irfan Kintamani, selaku Ketua KOPENA menambahkan komunitas hanya memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Diharapkan pula kepada pemerintah daerah untuk bisa melanjutkan apa yang sudah diprakarsai dan dilaksanakan tersebut, lantaran masyarakat Nabire sangat membutuhkan ruang untuk berolahraga, berinteraksi bersama atau sekadar bersantai dengan keluarga juga untuk kaum milineal.(wan)