NABIRE – Calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah unsur perempuan dari Kabupaten Paniai, menyampaikan aspirasi ke Kantor Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, Senin (17/7/23) kemarin. Darmince Nawipa saat menyampaikan aspirasinya dengan melibatkan massa sekitar 30an orang. Sejumlah aparat kepolisian terlihat telah berjaga-jaga mengamankan jalannya penyampaian aspirasi itu. Aspirasi diterima Kepala Bidang Politik Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, Petrus Yeimo, S.Sos., M.Si.

Pantauan di lapangan, terlihat 2 pamflet, bertuliskan “Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan” dan “Petisi Rakyat Paniai Mendukung Saudara Darmince Nawipa Menjadi MRPT (Ketua Mama Noken Papua, Ketua Pemuda Paniai, Peduli Perempuan, Aliansi Masyarakat Adat, Forum Rakyat Masyarakat Biasa)”.

Disampaikan Darmince Nawipa, dirinya telah diberikan rekomendasi dari Kabupaten Paniai. Dirinya juga telah mengikuti tahap demi tahap dalam seleksi MRPT. “Namun kenapa berkas kami dihilangkan,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, berkasnya telah dibawa ke Kementerian Dalam Negeri di Jakarta oleh panitia seleksi untuk dilakukan verifikasi. Sehingga dirinya sangat menyesalkan penyampaian dari panitia seleksi untuk memasukkan berkas kembali dengan alasan berkas Darmince Nawipa telah hilang.

“Kami sangat berharap panitia seleksi dapat bekerja dengan jujur dan bersih dalam pelaksanaan seleksi anggota MRP Provinsi Papua Tengah. Jika aspirasi kami tidak diakomodir oleh panitia seleksi maka permasalahan ini kami akan lanjutkan ke jalur hokum,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan, tujuan dirinya disamping menyampaikan aspirasi, juga ingin menunjukkan bahwa perwakilan perempuan dari Kabupaten Paniai ingin diperhatikan serta ingin meminta hak yang sama.

“Kami akan tetap disini menunggu sampai panitia seleksi menemui kami untuk memberikan klarifikasi terkait berkas saya yang telah hilang,” ujarnya.

Sementara itu, disampaikan Kepala Bidang Politik Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, Petrus Yeimo, S.Sos., M.Si, dirinya mewakili Sekretariat Kesbangpol Provinsi Papua Tengah tidak membela kepada siapapun karena dirinay berdiri disini bukan sebagai panitia seleksi MRPT.

“Dalam uji publik an. Darmince Nawipa ada pada nomor urut 2 namun panitia seleksi meminta berkas kembali dengan alasan berkas hilang demikian solusi terbaik Ibu Darmince Nawipa agar melengkapi dan membawa berkas kembali untuk kami terima dan kemudian kami serahkan kepada panitia seleksi. Saat ini Kepala Kesbangpol sedang berada di Kantor Gubernur untuk mengikuti acara pelantikan di sana, untuk itu jika bapak ibu agar bersabar,” ujarnya.

Sekitar pukul 12.20 WIT, penyampaian aspirasi selesai dan dilanjutkan penandatanganan petisi oleh massa pendukung anggota MRPT unsur perempuan Kabupaten Paniai atas nama Darmince Nawipa. 

Pada pukul 15.10 WIT penyampaian dan klarifikasi oleh Ketua Plt. Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, Drs. Thephilus Lukas Ayomi terhadap Darmince Nawipa. Dikatakan Drs. Thephilus Lukas Ayomi, berkas calon anggota MRPT Kabupaten Paniai baru kemarin diserahkan oleh panitia seleksi tingkat kabupaten kepada pihaknya. 

“Untuk itu jangan menyalahkan kepada saya tanyakan permasalahan ini kepada panitia seleksi Kabupaten Paniai,” tuturnya.

Dalam seleksi MRPT Provinsi Papua Tengah, kata dia, panitia seleksi kabupaten dan provinsi tidak berhak dalam menetapkan. Yang akan menetapkan anggota MRPT adalah Pj Gubernur Provinsi Papua Tengah.

“Saya perlu sampaikan juga terkait dengan nomor urut tidak berpengaruh dalam seleksi MRPT Provinsi Papua Tengah. Untuk itu semua calon berkesempatan untuk menjadi anggota MRP. Nama Darmince Nawipa masih tetap ada dalam daftar penetapan calon tetap anggota MRPT Provinsi Papua Tengah pada nomor urut 6,” ujarnya. (ros)