NABIRE - Dengan ditandai pemukulan Tifa, akhirnya Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos menutup Pesta Seni Budaya II Kabupaten Nabire Tahun 2014. Turut hadir dalam acara penutupan, Wakil Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., Dandim 1705/Paniai, Letkol Inf. Franz Yohanes Purba, S.IP., Sekda Nabire, Drs. Johy Pasande, Kapolres Nabire diwakili Kasat Binmas Polres Nabire, AKP. Mardi Marpaung, S.Sos., Asisten I Setda Nabire, Ir. Sukadi, Kepala Dinas Budpora dan Pariwisata Kabupaten Nabire, Drs. Blasius Nuhuyanan, para pimpinan SKPD, serta pimpinan BUMD/BUMN di Kabupaten Nabire.    Dalam sambutannya, Bupati Isaias Douw mengatakan,  selama 6 hari lamanya, Pesta Seni Budaya II Tahun 2014 di gelar, secara terbuka. Tentunya, dengan digelarnya Pesta Seni Budaya II Tahun 2014, banyak menguras waktu, pikiran, tenaga dan biaya. Tetapi, apabila dipahami maksud dan tujuan dari pesta seni budaya ini, ternyata banyak manfaat yang dapat diambil dalam rangka melestarikan dan menumbuh kembangkan, rasa cinta seni budaya daerah sebagai perwujudan dari jati manusia yang bermartabat. Selaku bupati, dirinya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh delegasi, sanggar seni budaya dari masing-masing distrik yang telah mengambil bagian dalam kegiatan ini. Karena telah menunjukkan perhatian yang besar terhadap pengembangan dan pelestarian seni dan budaya sebagai aset daerah. Kata Bupati, selama pesta budaya Nabire digelar, tentunya banyak hal yang telah diketahui tentang budaya asli Nabire, mulai dari tarian tradisional, lagu daerah, cerita rakyat, pakaian tradisional, makanan tradisional, berbagai kerajinan tangan yang semuanya merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dikembangkan dan dilestarikan.  Melalui motto “Membara Kasih Kediri Masyarakat“, membangun keanekaragaman demi kasih, dirinya ingin mengajak warga masyarakat Kabupaten Nabire untuk selalu mencintai seni budaya daerah yang mengandung kearifan lokal serta pesan-pesan moral sebagai norma sosial yang berlaku ditengah-tengah masyarakat. “Keanekaragaman budaya merupakan potensi dan kekuatan untuk membangun kabupaten Nabire, dalam kerangka budaya nasional dijiwai oleh semangat bhinneka tunggal ika,” ungkapnya. Kata Bupati, beberapa bulan lagi, masa kepemimpinannya sebagai Bupati Nabire akan berakhir. Pada kesempatan tersebut, tak lupa pula dirinya  mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang ada di 15 distrik, atas segala dukungan, partisipasi dan kerjasama selama ini dalam membangun Kabupaten Nabire. Apabila Tuhan merestui, serta dukungan dari rakyat dan DPRD Kabupaten Nabire, maka dirinya siap melanjutkan amanah dari rakyat untuk mencalonkan dirinya kembali sebagai Bupati Nabire periode 2015-2020. Sebelum mengakhiri sambutannya, dirinya atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Dinas kebudayaan, pemuda olahraga dan pariwisata, panitia penyelenggara, aparat kemanan yang telah bekerja keras sehingga Pesta Budaya II Nabire dapat berjalan dengan lancar dan sukses. “Mari kita jaga stabilitas daerah, memelihara ketentraman dan ketertiban di lingkungan masing–masing, tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab, sehingga roda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan dengan baik. Jangan bikin kacau di Nabire, Nabire ini adalah Kabupaten sentral dari beberapa Kabupaten di wilayah tengah Papua, oleh karena itu Nabire harus kita sama-sama jaga. Kalau ada yang bikin kacau, saya perintahkan aparat segera ambil tindakan dan di proses hukum,” ujarnya.   Pesta Seni Budaya II Tahun 2014, diakhiri dengan pembagian sertifikat secara simbolis kepada peserta Pesta Seni Budaya II Tahun 2014, oleh Bupati Kabupaten Nabire, Isaias Douw, S.Sos, serta diakhiri dengan bebagai tampilan seni budaya yang di tampilkan oleh, peserta Pesta Seni Budaya II Tahun 2014, diantaranya, Tarian tradisional dan alat musik tradisional yang ditampilkan Distrik Dipa dan Tari Belibis dari pulau dewata Bali. (cad)