DOGIYAI – Bupati terpilih Kabupaten Dogiyai diminta untuk menertibkan perumahan pegawai yang ada di Kabupaten Dogiyai. Pasalnya hingga kini sejumlah rumah pegawai yang ada di Moanemani maupun di daerah lainnya di Dogiyai tidak jelas kepemilikannya.

Ada pula rumah dinas atau pegawai yang ditempati mantan Sekretaris Pribadi (Sekpri) Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, termasuk para asisten, yang tidak jelas keperuntukannya.

Harapan ini, seperti dikatakan tokoh masyarakat dan pemerhati pemerintahan Dogiyai, yang enggan disebutkan namanya. Ini juga supaya para pegawai atau para pejabat bersama keluarga bisa tinggal di Moanemani.

Apalagi, menurutnya, ada rumah dinas yang masih kosong pegawainya pindah bekerja di Propinsi Papua Tengah. Para supir dan Satpam Bupati dan Wakil Bupati yang pernah bertugas di kabupaten Dogiyai juga harus dicek kembali.

Selain itu, perlu ada usulan pembenahan perumahan lebih awal, seperti disampaikan Timotius Kamo, SE, selaku Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Dogiyai kepada Papuapos Nabire, belum lama ini di Moanemani.

Timotius Kamo, yang juga pejabat asli Kamu Moanemani, menambahkan, bupati yang terpilih tidak melihat atau memandang saudara, famili dan iparnya. Menduduki jabatan melalui lelang berdasarkan aturan dan undang-undang. Pejabat yang rajin bertugas di Kabupaten Dogiyai, pejabat teras Dogiyai yang memiliki rumah dan keluarganya di Moanemani Kabupaten Dogiyai. Keamanan dan kenyamanan pegawai yang bertugas, sehingga perlu pembenahan perumahan pegawai yang lebih bagus.

“Utamakan warga dari Kamu dan Mapia. Warga distrik terluar, seperti Mapia Barat Distrik Sukikai Selatan, termasuk Distrik Piyaye juga perlu perhatian,” ucapnya . 

Dan soal enam pokok visi dan misi bupati dan wakil bupati itu yang perlu mengajak, warga Kamapi untuk kerja sama dan mendukung dalam menjaga kedamaian dan kerukunan di Dogiyai agar pemerintah bekerja dengan baik, termasuk kerjasama pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat di Moanemani Dogiyai.(don)