NABIRE - Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos,MAP menegaskan 15 Kepala Distrik (Kadistrik) yang ada di wilayah ini untuk jangan mondar-mandir di kota saja, tetapi pergi ke tempat tugas untuk mengawasi dan membimbing dana desa di wilayahnya masing-masing. Ditegaskan Isaias Douw, di sela-sela kegiatan sosialisasi pengawasan dan pengunaan dana desa tahun 2017 kemarin, ada yang belum memahami masalah pengunaan dana, akhirnya Kementerian Dalam Negeri datang untuk mensosialisasikan dan kasih pemahaman, kasih dorongan dan kasih tau cara pertanggungjawabannya. “Pada kesempatan ini saya selaku pimpinan daerah menyampaikan harus ikuti baik jangan main-main. Bendahara, kepala kampung dan sekretaris serta Bamuskam semua ikuti selama kegiatan ini berlangsung dengan baik,” ucapnya. Karena dana yang kita terima 1 miliar sekian juta lebih, tidak ada kampung yang kurang dan lebih semua sama dan bupati tidak pegang dana itu, langsung turun ke masing-masing kampung sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres), jadi dana ini harus dibahas dan membicarakan program pembangun kampung itu secara bersama-sama dengan semua masyarakat yang ada di kampung itu. Kalau dana ini tidak digunakan baik, kepala-kepala kampung terhadap masyarakat kamu buat apa dana ini saya potong 75 miliar dari dana APBD. “Saya pimpinan daerah menghimbau kepada para OPD terkait, dan dibantu oleh Kadistrik jangan sembunyi-sembunyi disini kembali ke tempat tugas masing-masing awasi para kepala kampung dan ada pegawai banyak yang ada di distrik dan kampung jaga mereka hingga amanat dan perintah ini tidak dilaksanakan maka jabatan Kadistrik saya akan copot,” tegasnya lagi. Imbuhnya, para Kadistrik aspirasi masyatakat itu jangan disembunyikan tapi dapat disosialisasikan dihadapan publik. Jabatan yang saudara miliki itu bukan jabatan politik hingga seorang pegawai negeri adalah jabatan karier dan Kadistrik yang baru dilantik itu amanat Keputusan Bupati harus diamankan dengan baik.(modes)