Bupati Natalis Akui 3 Warganya Meninggal, Penyebab Belum Diketahui
INTAN JAYA – Atas nama Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, Bupati Natalis Tabuni, SS.,M.Si sesuai laporan dari tim yang telah dibentuk de
INTAN JAYA – Atas nama Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, Bupati Natalis Tabuni, SS.,M.Si sesuai laporan dari tim yang telah dibentuk dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada di Intan Jaya mengaku ada tiga warganya meninggal dunia pasca kontak tembak yang terjadi Senin pekan lalu.
Namun, seperti terang Bupati Natalis Tabuni di Sugapa, Intan Jaya, Jumat (19/02/2021), penyebab kematian ketiga warganya itu belum diketahui secara pasti usai kejadian kontak tembak Orang Tak Dikenal (OTK) atau KKSB dengan TNI di Kampung Mamba, yang menyebabkan satu prajurit TNI dikabarkan gugur.
Bupati Intan Jaya 2 periode itu menjelaskan, pihak pemerintah dan selaku kepala daerah telah melakukan hal ataupun tugas dengan menguburkan korban dan memberikan santunan kepada kelurga korban.
Pada kesempatan itu, Bupati Natalis Tabuni tak lupa menyampaikan turut berbela sungkawa atas meninggalkan 1 anggota TNI dan 3 warganya.
Seraya berharap kejadian serupa tidak kembali terulang lagi.
Klarifikasi Berita Cepos Melalui sambungan telepon dengan awak media, Bupati Natalis Tabuni sempat mengklarifikasi berita yang dimuat Cenderawasih Pos berjudul “Bupati Natalis AKui 3 Warga yang Tewas Bukan KKSB” terbit edisi Jumat (19/2/2021).
Bupati Natalis Tabuni mengaku tidak merasa pernah diwawancarai dengan materi berita seperti itu.
“Di atas (Sugapa, red) susah sinyal, tidak ada wartawan Cepos yang wawancara saya.
Yang komentar judul itu bukan komentar saya,” ujar Bupati Natalis Tabuni mengklarifikasi.
Dirinya menyampaikan, jika korban adalah warga yang memiliki KTP Kabupaten Intan Jaya.
Tapi dalam kehidupan sehari-hari, apakah yang bersangkutan terlibat dalam KKB atau sebagai apa, dirinya sebagai bupati tidak mengatahuinya.
“Yang jelas ada istrinya disana, ada keluarganya disana, ada rumahnya, tapi kalau mereka terlibat dalam kegiatan KKB atau apa, saya tidak tahu.
Tidak mungkin bupati perhatikan warganya satu per satu,” ujarnya.
Dirinya berharap agar jangan ada pemberitaan yang membenturkan pernyataan dari pimpinan TNI.
Jangan sampai seakan-akan bupati berlawanan dengan TNI.
“Yang jelas berita ini saya tidak pernah diwawancara, entah berita itu sumbernya dari siapa.
Tapi kalau masalah Sembabo, masalah memulangkan masyarakat yang mengungsi dua hari ke Pastoran itu sudah kita lakukan,” ujarnya. (wan/ros)
Bagikan artikel ini



