NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, menegaskan kembali arah pembangunan Kabupaten Nabire yang berlandaskan pada tiga zona utama, yakni zona pesisir dan kepulauan, zona perkotaan dan zona pegunungan. Pernyataan ini disampaikannya, saat memberikan sambutan di Pantai Nabire pada Jumat, (19/09/2025) kemarin. 

Penegasan ini ditujukan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar setiap kebijakan yang diambil selaras dengan potensi dan kebutuhan spesifik masing-masing zona.

Bupati Mesak Magai menekankan, bahwa visi misi pembangunan kabupaten tidak dapat disamaratakan di seluruh wilayah. Oleh karena itu, semua OPD diarahkan untuk menyusun program kerja yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kondisi geografis. 

Sebagai contoh, OPD yang mengelola sektor perikanan dan pariwisata lebih cocok untuk mengalokasikan programnya di wilayah pesisir dan kepulauan, sementara sektor pertanian dan peternakan mungkin lebih tepat difokuskan di zona pegunungan atau perkotaan.

Sebagai bukti nyata dari komitmen tersebut, Bupati Mesak Magai mencontohkan langkah yang telah diambil oleh Dinas Kesehatan Nabire. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan atas inovasi dalam pelayanan masyarakat. Untuk meningkatkan akses kesehatan, Dinas Kesehatan telah menyiapkan beberapa unit speedboat untuk melayani masyarakat di sepanjang pesisir.

Sementara itu, untuk pelayanan kesehatan di zona perkotaan dan pegunungan, pemerintah daerah juga telah menyediakan beberapa unit mobil ambulans. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat Kabupaten Nabire, tanpa terkecuali, mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak dan cepat, terlepas dari lokasi tempat tinggal mereka.

Bupati Nabire juga menggarisbawahi bahwa strategi pembangunan yang berfokus pada zona ini mencakup berbagai sektor, tidak hanya kesehatan. Sektor-sektor lain seperti peternakan, perikanan dan pertanian juga harus berorientasi pada pembagian zona tersebut. Hal ini bertujuan agar program yang dijalankan oleh setiap OPD dapat memberikan dampak yang maksimal dan tepat sasaran.

Mesak Magai memberikan contoh konkret tentang kesalahan dalam pengambilan kebijakan. Ia menyebutkan, "Kalau kepala dinas pertanian, kalau dia tanam kopi di kepulauan, itu salah." Ia menjelaskan bahwa di wilayah kepulauan, potensi utama yang harus dikembangkan adalah perikanan dan potensi wisata. Ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman setiap OPD terhadap karakteristik zona masing-masing.

Sebagai penutup, Bupati Mesak Magai menyatakan keyakinan dan kepercayaannya bahwa dengan mengarahkan pembangunan sesuai tiga zona tersebut, target visi misi pembangunan Kabupaten Nabire dapat tercapai. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memonitor dan meninjau setiap kebijakan yang diambil oleh seluruh OPD guna memastikan bahwa implementasi program berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan.(sam)