Bupati Nabire Akan Hentikan Pasokan Ayam Beku 3 Bulan Kedepan
NABIRE – Langkah Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si seperti yang disampaikan dalam sambutan pada Dialog Bersama Peternak Ayam (Pedaging dan Petelur) serta Pemasok DOC, Ayam Beku dan Telur Luar Papua Se- Kabupaten Nabire, Rabu (25/05/22), mendapat respon positif dan dukungan dari seluruh peternak ayam pedaging maupun peternak ayam petelur yang hadir saat itu.

NABIRE – Langkah Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si seperti yang disampaikan dalam sambutan pada Dialog Bersama Peternak Ayam (Pedaging dan Petelur) serta Pemasok DOC, Ayam Beku dan Telur Luar Papua Se- Kabupaten Nabire, Rabu (25/05/22), mendapat respon positif dan dukungan dari seluruh peternak ayam pedaging maupun peternak ayam petelur yang hadir saat itu.
Para peternak ayam dan juga para distributor DOC maupun pakan ternak, merasa mereka mampu untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan oleh Bupati Nabire. Yakni menghentikan pasokan ayam beku maupun telur dari luar Papua ke wilayah Nabire. Bupati Nabire merasa risih dan ingin melindungi rakyat Nabire, sehingga masyarakat Nabire tidak menjadi “pemakan bangkai”.
“Saya dan saudara Wakil Bupati adalah anak Nabire, yang mengetahui persis apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Nabire. Dan saya mengetahui persis potensi besar apa yang ada di Nabire yang harus dikembangkan, salah satunya adalah potensi peternakan. Kami akan majukan potensi lokal, memberdayakan para pengusaha dan peternak ayam lokal Nabire, supaya lebih cepat dalam pembangunan dan perputaran perekonomiannya juga ada di Nabire,” ungkapnya saat dialog di gedung Guest House Nabire.
Kata Bupati Mesak, Nabire adalah kota sentral untuk 5 kabupaten yang ada di wilayah Papua Tengah. Dan setelah diamati, perputaran perekonomian semua berpusat di Nabire, bahkan sekitar 8 trilyun dari dana APBD lima kabupaten beredar di Nabire. Nabire berpotensi menjadi kota sentral pergerakan ekonomi masyarakat, Nabire berbeda dengan kabupaten-kabupaten lainnya.
“Kalau mau tutup pengiriman atau menghentikan ayam potong atau ayam beku dari luar Papua, saya akan membuat komitmen dengan semua pengusaha ayam potong di Nabire. Dengan catatan pengusaha ayam potong di Nabire harus mampu menyediakan permintaan pasar atau konsumen di wilayah Nabire dan sekitarnya. Mampu kah tidak ? dan saya mau semua pengusaha ayam potong harus mampu untuk memenuhi itu,” tuturnya.
Menurutnya, pemerintah harus memberdayakan potensi lokal, sehingga perekonomian di Nabire ini harus berkontribusi di Nabire, jangan berputar di luar Nabire, dan ini pelunag besar. Dirinya ingin agar masyarakat Nabire atau pengusaha Nabire yang akan mengerjakan peluang itu, bukan orang dari luar Papua yang datang untuk mendapatkan peluang itu. Sehingga pengusaha ayam potong atau peternak ayam potong di Nabire ini bisa membantu pemerintah untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih besar lewat bidang peternakan ayam pedaging dan juga ayam petelur.
“Kami pemerintah akan memberikan kesempatan satu bulan ini, masih bisa mendatangkan ayam potong atau ayam beku dari luar Papua. Tetapi, tiga bulan kedepannya, saya akan stop semua distributor ayam beku yang ada di Nabire. Artinya kita akan coba tiga bulan kedepan untuk memberdayakan pengusaha ayam potong atau ayam pedaging lokal yang ada di Nabire, mampu atau tidak. Kalau mampu kita stop selamanya, tetapi kalau tidak mampu, terpaksa kami pemerintah akan mendatangkan lagi ayam beku dari luar Papua,” pungkasnya disambut tepuk tangan dari para pengusaha DOC dan pakan, peternak ayam pedaging dan petelur. (cad)
Bagikan artikel ini



