Bupati Mesak Magai Hadiri Makan Patita, Apresiasi Kontribusi Besar Warga Maluku di Nabire

NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, menghadiri acara adat dan silaturahmi "Makan Patita" yang digelar di Pantai Jesbri pada Minggu (17/05/2026). Dalam momentum kebersamaan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa jika Maluku memiliki Pattimura sebagai pahlawan nasional, maka Provinsi Papua Tengah juga memiliki pahlawan-pahlawan di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan. Atas nama pemerintah dan masyarakat, ia menyampaikan terima kasih mendalam atas jasa para pendahulu asal Maluku yang telah meletakkan fondasi kuat di Kabupaten Nabire.
Secara khusus, Bupati Mesak Magai mengenang sejarah perkembangan spiritual di wilayah pegunungan Papua Tengah yang tidak lepas dari pengorbanan tokoh asal Maluku. Ia menyebut nama Pendeta Lesnussa dan keluarganya yang puluhan tahun lalu menjadi pionir penginjilan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di pinggir Danau Paniai. Peran historis ini dinilai sangat krusial dalam membuka keterisolasian dan membawa perubahan besar bagi peradaban masyarakat di wilayah pedalaman.
Hubungan emosional dan kedekatan Bupati dengan keluarga besar Maluku ternyata juga tekesan kuat dalam perjalanan akademik pribadinya. Mesak menceritakan bahwa dari lima ijazah sekolah yang dimilikinya sejak bangkat SD hingga saat ini, dua di antaranya ditandatangani oleh tokoh asal Maluku. Salah satu sosok yang ia sebut dengan penuh rasa hormat adalah Dr. Suripati, yang menorehkan bukti nyata kontribusi intelektual warga Maluku dalam mendidik anak-anak Papua.

Sejak ditetapkan sebagai salah satu provinsi baru oleh Pemerintah RI pada tahun 2022, Papua Tengah kini telah menjadi rumah masa depan yang permanen. Menurut Bupati, eksistensi provinsi ini tidak akan pernah habis sampai kapanpun. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga Maluku untuk terus berjalan beriringan dan konsisten mengambil peran dalam membangun Kabupaten Nabire serta Provinsi Papua Tengah secara luas.
Lebih lanjut, Mesak menekankan bahwa prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh elemen masyarakat adalah menjaga keutuhan. Ia selalu mengingatkan bahwa Kota Nabire merupakan titipan Tuhan yang suci untuk generasi masa depan. Apa yang dinikmati hari ini adalah buah karya para pendahulu, dan apa yang dikerjakan oleh generasi saat ini akan menentukan nasib serta ruang berkarya bagi anak-cucu di masa yang akan datang.
Dalam konstelasi geopolitik baru, Provinsi Papua Tengah memiliki dua kota sentral yang menjadi penggerak utama, yaitu Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika. Menyadari statusnya sebagai kota sentral, Nabire secara otomatis menjadi magnet yang mempertemukan berbagai suku dan kalangan dari seluruh pelosok Republik Indonesia. Keberagaman ini menuntut kedewasaan seluruh warganya untuk hidup berdampingan secara harmonis.
Mengingat posisi strategis Nabire sebagai pusat pendidikan, pelayanan kesehatan, serta urat nadi perekonomian di wilayah Papua Tengah, faktor keamanan menjadi harga mati yang wajib dijaga bersama. Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolres Nabire yang juga merupakan salah satu putra terbaik asal Maluku. Berkat dedikasi dan kesiapsiagaan jajaran kepolisian, situasi keamanan di Kabupaten Nabire belakangan ini dinilai sangat kondusif dan aman terkendali.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Mesak Magai sempat kilas balik pada masa pencalonannya di tahun 2020, di mana banyak keraguan dan cibiran yang dialamatkan kepadanya di media sosial. Namun, ia membuktikan bahwa seorang pemimpin tidak harus menguasai semua hal sendirian. Ia meyakini dengan bersikap terbuka, para ahli di bidang pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya akan datang bersama-sama membantu pemerintah demi memberikan pelayanan terbaik bagi kemajuan masyarakat Nabire.(amd)
Bagikan artikel ini



