NABIRE — Bupati Nabire, Mesak Magai, meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (11/8/2026).

Pembangunan kawasan pesisir tersebut menjadi bagian dari program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan di Kabupaten Nabire.

Dalam sambutannya, Mesak Magai menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan kepercayaan pemerintah pusat kepada Kabupaten Nabire melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.

“Puji Tuhan, hari ini kesempatan yang sangat luar biasa bagi kita sekalian. Kebijakan pemerintah pusat ini merupakan suatu berkat bagaimana menyejahterakan masyarakat kita,” kata Mesak.

Menurutnya, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berkaitan dengan penyediaan kawasan permukiman yang lebih layak, tetapi juga harus menjadi titik awal pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak, baik pemerintah daerah, TNI, Polri maupun masyarakat, bersama-sama mengawal proses pembangunan agar berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Pemkab Nabire, kata Mesak, siap mendukung kebijakan pemerintah pusat yang berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.

“Kita harus bersama-sama mengawal program ini sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Suku Besar Wate, Otis Monei. Ia menilai pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjadi momentum untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir Nabire yang selama ini sebagian besar masih menjalankan aktivitas perikanan secara tradisional.

Otis mengatakan, masyarakat pesisir selama ini umumnya melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Hasil tangkapan yang diperoleh langsung dibawa pulang untuk dikonsumsi bersama keluarga.

“Masyarakat pesisir dan kepulauan semua nelayan, cuma memang nelayan tradisional yang belum terpikir menangkap ikan dalam jumlah besar. Untuk kehidupan sehari-hari, masyarakat tangkap ikan ke laut, dapat berapa ekor turun ke darat langsung bikin papeda dan makan bersama keluarga. Besoknya ke laut lagi,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih dapat membuka peluang bagi nelayan untuk meningkatkan produksi, memperluas akses pasar dan memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil tangkapan.

“Intinya kami dari adat siap mendukung seluruh program pemerintah untuk kehidupan masyarakat,” tegas Otis.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nabire, Anton Pekei, menjelaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan tindak lanjut arahan Presiden melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menurut Anton, Pemkab Nabire sebelumnya telah mengusulkan 12 kampung sebagai calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Usulan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2026 tentang Teknis Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Dari 12 lokasi yang diusulkan, sebanyak enam lokasi telah disetujui untuk masuk dalam tahap pembangunan.

Enam lokasi tersebut terdiri atas dua kelurahan dan empat kampung, yakni Kelurahan Siriwini, Kelurahan Kalibobo, serta Kampung Makimi, Sanoba, Sima dan kawasan Yaur.

“Dari 12 kampung yang kami usulkan, baru enam yang disetujui. Dua di antaranya merupakan kelurahan dan empat kampung,” jelas Anton.

Ia berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat pesisir melalui peningkatan produksi perikanan, penguatan ekonomi dan pengembangan kawasan nelayan secara berkelanjutan. (amd)