Bupati Laporkan Situasi Daerah Aman dan Kondusif kepada Gubernur
NABIRE - Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos, melaporkan kepada Gubernur Papua yang diwakili Asisten I Setda Provinsi Papua, Daren Wakerkwa, SH terkait situasi dan kondisi Kabupaten Nabire selama dipimpinnya yang aman, kondusif dan terkendali. Hal itu diungkapkan Bupati Isaias
Bagikan
NABIRE - Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos, melaporkan kepada Gubernur Papua yang diwakili Asisten I Setda Provinsi Papua, Daren Wakerkwa, SH terkait situasi dan kondisi Kabupaten Nabire selama dipimpinnya yang aman, kondusif dan terkendali. Hal itu diungkapkan Bupati Isaias Douw, dalam sambutannya di acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Satuan Polisi Pamong Praja se - Provinsi Papua, Jum’at (24/4) di Guest House Jalan Merdeka Nabire.
Dihadapan Asisten I Setda Provinsi, Direktur Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Ir. Asadullah dan Kasubdit Linmas Kemendagri, Muspida plus Kabupaten Nabire serta peserta Rakernis, Bupati Nabire mengatakan Nabire merupakan Indonesia kecil yang didalamnya terdapat beraneka ragam suku, agama, adat istiadat dan budaya yang sangat memungkinkan sering terjadinya konflik sosial.“Kondisi Kabupaten Nabire seperti ini sering menimbulkan sejumlah permasalahan, namun sejak dilantik 4 Mei tahun 2010 lalu sebagai Bupati Nabire, berkat pendekatan, koordinasi dan kerjasama yang dijalin baik dengan TNI dan Polri, tokoh-tokoh masyarakat, agama dan adat, maka situasi dan kondisi Nabire aman dan terkendali,” tuturnya.Dikatakan Bupati, Nabire merupakan daerah sentral, tempat beraktivitasnya sejumlah kegiatan yang bukan hanya dilakukan masyarakat Nabire, tetapi masyarakat dari kabupaten-kabupaten lain disekitarnya. “Sebagai daerah sentral Nabire harus aman dan langkah yang diambil adalah bagaimana terjalin kekompakan dan kerjasama antara pemerintah dan TNI-Polri serta bersama-sama seluruh masyarakat Nabire untuk terus menjaga dan menciptakan Kabupaten Nabire yang aman, damai dan kondusif,” ungkapnya.Terkait Rakernis Satpol PP se-Provinsi Papua, Bupati mengatakan, Kabupaten Nabire terdiri atas 15 distrik, 76 kampung dan 9 kelurahan, saat ini Nabire mempunyai 113 personel Satuan Polisi Pamong Praja, namun yang PNS hanya sebagaian kecil dan telah bekerja belasan tahun.“Setelah saya menjadi Bupati ada prioritas bagi Satpol PP untuk mendapat SK pegawai dan tinggal menunggu hitungan hari. 113 personel Satpol PP nantinya akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Beberapa kali saya berjuang di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara untuk mendapatkan kuota PNS Kabupaten Nabire. Dan untuk tenaga honorer telah 800 orang diangkat menjadi PNS ditambah penerimaan umum 100 orang lebih dan Nabire sedang menunggu sehingga mencapai 1.000 lebih dan saya akan serahkan SK sebelum berakhir,” tuturnya.“Khusus untuk Satpol PP, saya tidak akan tinggalkan mereka, dengan syarat meningkatkan kinerja dan selama ini mereka telah menunjukkan kerja siang malam dalam menegakan Perda, dan kebijakan Bupati. Seperti contoh menertibkan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM). Saya tidak bisa memberi sesuatu, namun saya berjuang agar mereka hidup layak,” ungkapnya.Kata Bupati, sesuai informasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dua hari lalu sudah ada 600 lebih SK PNS Nabire yang sudah ada. “Kedepan, bila saya terpilih kembali menjadi Bupati Nabire, yang tersisa akan diselesaikan,” tegasnya.Dalam kesempatan itu, Bupati meminta dukungan sarana dan prasarana untuk Satpol PP karena Pemerintah Kabupaten Nabire terus memberikan perhatian bagi Satpol PP.Situasi Nabire yang aman dan kondusif diakui Asisten I Setda Provinsi Papua, Daren Wakerkwa,SH, saat memberikan sambutan dalam kegiatan rakernis Satuan Polisi Pamong Praja se-Provinsi Papua itu. Menurutnya, Bupati Nabire telah berhasil dalam menciptakan kondisi Nabire yang aman dan kondusif. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



