NABIRE - Guru Sarjana Mendidik (kontrak) di daerah terdepan, terluar dan tertinggal yang diserahterimakan kemarin disambut baik pemerintah daerah dalam hal ini oleh Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP, Selasa(6/9), di ruang rapat Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire. Bupati Douw dalam arahannya mengatakan, selaku pimpinan di daerah ini sangat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, yang mana harapan pemerintah daerah telah dikaburkan.Dikatakan Bupati, kehadiran adik-adik selaku guru pendidik ini untuk mengabdi dan mengajar di daerah yang terhadap anak-anak kami di daerah ini sesuai dengan permintaannya kepada pemerintah pusat dari periode lalu sebanyak 150 guru kontrak mengajar kirim ke Provinsi Papua khususnya di Nabire, akhirnya direspon sebanyak 55 tenaga guru kontrak ini sudah terkabur.“Mudah-mudahan tahun depan dapat dikabulkan lagi sebagai tambahan, maka  kita tunggu dan bersabar adalah suatu hal yang sangat baik dan bermanfaat bagi kita semua karena pasti suatu saat pemerintah pusat akan berikan kepada kita,” kata Bupati.Kenapa saya ambil guru kontrak dari luar, katanya, karena saya melihat di lapangan baik dari pesisir, kepulauan, pegunungan dan kampung-kampung yang terpencil tenaga guru tidak ada. Akhirnya anak-anak kita yang akan jadi korban pendidikan kedepan.“Walaupun tenaga pengajar orang asli setempat, saya tahu persis mereka malas mengajar dan mendidik anak-anak kita. Semaunya bergeliaran di kota terus. Kondisi dan stuasi ini pengalaman di lapangan, sehingga pemerintah daerah mengambil suatu langkah ini untuk kemajuan di bidang pendidikan di daerah ini,” tandasnya.Usai arahan bupati, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan MoU kesepakatan bersama pemerintah daerah dalam hal Bupati Isaias bersama  dosen pembimbing guru kontrak Prof. Dr. H. Usman Musbar, M.Pd, di Aula Rapat Dinas P dan P kemarin. (modes)