NABIRE - Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP, saat di temui wartawan Jumat (8/05) sore, mengatakan, masyarakat Kabupaten Nabire diharapkan tidak panik dengan penerapan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Nabire.  “Mungkin masyarakat tidak mengerti dan pasti kaget kenapa pemerintah ambil tindakan ini. Ini bukan kepentingan saya, tapi demi kepentingan warga masyarakat Nabire, saya mau melindungi masyarakat Nabire yang saya cintai, saya tidak bisa menjamin kalau dari 23 orang yang sudah menjadi ODP ini ada di Nabire, karena mereka yang sudah ODP ini dari kabupaten lain, dari Kabupaten Paniai, bukan berada di Nabire, ini tolong masyarakat mengerti,” ujar bupati.

 Kata bupati, mereka yang sudah diperiksa rapid test di Paniai, hasil rapid testnya menunjukkan reaktif covid, tapi mereka sudah lari tidak tahu kemana mereka takut dikarantina. Ini masalahnya, mereka tidak mau karantina, dan untuk tertibkan ini maka selaku bupati ambil sikap dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Meepago, kecuali di Kabupaten Nabire.

 Menurutnya, segala sesuatu yang dilakukan oleh pemerintah dalam penanganan masalah Covid–19 ini pasti ada resikonya. Tapi, semua yang dilakukan pemerintah bukan utuk kepentingan pemerintah, melainkan untuk kepentingan bersama seluruh warga masyarakat.

 Bahkan, sampai sekarang ada warga masyarakat yang belum menerapkan physical distancing di wilayah Nabire. Padahal, pemerintah terus mensosialisasikan untuk pakai masker, cuci tangan dengan sabun, tidak melakukan aktifitas yang tidak penting di luar rumah seperti kumpul-kumpul, minum-minuman keras, judi Togel,  ini masih saja dilakukan, tidak mau dengar pemerintah, menganggap remeh Covid-19.  “Saya minta untuk semua aktifitas perjudian Togel, bola guling dan segala jenisnya mulai hari ini stop. Jangan main-main dan anggap remeh dengan virus corona, akses jalan darat Nabire–Dogiyai, Nabire-Paniai dan Deiyai tutup total.

 Kalau pemerintah sudah instruksikan untuk tinggal di rumah, ya tinggal di rumah, jangan melawan, masyarakat mau dengar siapa lagi,” cetus Bupati Isaias, dengan nada sedikit kesal, karena instruksi pemerintah masih ada masyarakat yang tidak mau mendengar dan menganggap remeh Covid-19.

 Bupati menegaskan, Covid–19 harus diputus total, kalau untuk Nabire mungkin pemerintah Kabupaten Nabire bisa atasi, tapi kalau ini bertambah lagi dari kabupaten lain yang ada di atas ini berbahaya. Memang secara resmi belum ada, tapi informasi mengenai ODP di Paniai sudah sampai di telinga Bupati Nabire Isaias Douw. Hal ini harus segera ditindaklanjuti, lebih baik mencegah dari pada mengobati, ini perlu di pahami oleh seluruh warga masyarakat Nabire.         

 Bupati Isaias Douw, juga menegaskan jika dalam waktu 14 hari kedepan ini, warga masyarakat masih tidak mengindahkan instruksi pemerintah untuk jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, maka Bupati Nabire akan ambil keputusan untuk melakukan lockdown total selama 1 bulan penuh. Oleh karena itu, seluruh warga masyarakat Kabupaten Nabire untuk mendengar, menjalankan dan mentaati instruksi pemerintah dengan baik demi keselamatan bersama.(cad)