Bupati Intan Jaya dan Dogiyai Usul Pengadaan ASN di Daerah Konflik, Prof Zudan: Kami Dukung Penuh!
NABIRE - Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si dan Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom., S.H., M.H mengusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI) untuk pengadaan formasi khusus pengangkatan ASN di sejumlah kabupaten tergolong wilayah konflik di Papua Tengah. Seperti di Kabupaten Intan Jaya, Dogiyai, Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak.

NABIRE - Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si dan Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom., S.H., M.H mengusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI) untuk pengadaan formasi khusus pengangkatan ASN di sejumlah kabupaten tergolong wilayah konflik di Papua Tengah. Seperti di Kabupaten Intan Jaya, Dogiyai, Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak.
Usulan kedua bupati disampaikan Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom., S.H., M.H sebagai bentuk aspirasi langsung kepada Kepala BKN RI, Prof Zudan. Usulan disampaikan saat pelaksanaan Rapat Koordinasi Kepegawaian Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Intan Jaya, di Hotel Mahavira I, Nabire, Provinsi Papua Tengah, Rabu (21/5/25) sore, waktu setempat.
Menurut Aner, warga pribumi (asli Papua) berijazah sangat banyak. Namun selama ini sedikit yang mendapatkan kesempatan kerja menjadi ASN, karena kuotanya tidak banyak. Selain itu, ada saja faktor-faktor yang tak perlu diabsen tentu berdampak pada angka pengangguran orang asli semakin bertambah.
“Indikasinya bisa saja atau kapan saja bisa menimbulkan konflik. Maka bapak kepala BKN RI, pada kesempatan ini kami usulkan untuk menyediakan lapangan kerja buat para pengangguran ini melalui pengadaan formasi ASN khusus kabupaten-kabupaten yang tergolong wilayah konflik, seperti kami di Intan Jaya, Dogiyai, Puncak Jaya dan Puncak,” tutur Aner.
Aner menambahkan, selain pengadaan formasi ASN untuk mengurangi angka pengangguran, khusus Kabupaten Intan Jaya dan Dogiyai, pemda sedang mengemas aneka program pelatihan keterampilan.
“Kami di Intan Jaya sudah mulai kirim untuk latihan nyetir mobil, alat berat, bongkar pasang kendaraan dan lain-lain. Kalau tidak salah Dogiyai juga akan buat. Walaupun begitu pengadaan formasi ASN sangat diharapkan kepada bapa,” pinta Aner memohon.
Sementara itu, Bupati Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd., M.Si mengatakan, animo orang asli Papua di Papua Tengah untuk menjadi ASN adalah menjadi dambaan. Sehingga pengadaan formasi ASN dalam jumlah besar sangat diharapkan.
“Di Papua ini niat mau jadi ASN sangat banyak, tetapi kuotanya sedikit sehingga banyak yang menganggur. Bapa Kepala BKN dan kami para pimpinan daerah perlu menjadi atensi untuk menjawab bersama-sama,” harap Yudas.
Kepala BKN RI Prof Zudan mengatakan, pihaknya mendukung penuh semua proses yang ada di daerah.
“Kawan Intan Jaya dan Dogiyai kami mendukung semua proses, yang perlu disampaikan ke pusat (ke BKN maupun Menpan), kami akan mendukung penuh,” kata Zudan.
Zudan meminta, untuk pembaharuan data berdasarkan kebutuhan daerah selanjutnya silahkan ajukan untuk berproses.
“Silakan diajukan pembaharuannya, kebutuhannya apa saja. Nanti kita proses bersama-sama,” ujar Zudan. (you)
Bagikan artikel ini



