JAKARTA - Audiens dengan Dirjen Perhubungan Udara Republik Indonesia, Ir. Lukman F. Laisa, M.Si, Bupati Puncak Provinsi Papua Tengah Elvis Tabuni, S.E.,M.M bersama Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni, S.IP bahas Percepatan Pengembangan Pembangunan sejumlah Bandara di Kabupaten Puncak. Kedatangan Bupati Puncak beserta rombongan, diantaranya Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Puncak Danius Tabuni, S.Sos, Kepala Bappeda Kabupaten Puncak Herman D. Wanma, S.STP.,M.KP, Kepala BPKAD Puncak Ferdinand G.M.Helan, SE.,M.Si, Kepala PUPKP Puncak Dominggus Wihiayawari, S.T, Plt. Inspektur Puncak Fabianus Ado, serta sejumlah Pimpinan OPD lainnya., disambut langsung Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Dr. Achmad Setiyo Prabowo, S.T., M.T di ruang rapat Setditjen Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Ditjen Perhubungan Udara Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 8 Jakarta, Jumat (12/06/26) Pukul 09.00 WIB. 

Dirjen Perhubungan Udara Republik Indonesia, Ir. Lukman F. Laisa, M.Si dalam audiensi dengan Bupati Puncak mengatakan, untuk Bandara Beoga, Bandara Agandugume, Bandara Sinak, Bandara Dervos, Bandara Doufo dan bandara lainnya. Mungkin hanya Bandara Sinak yang pada tahun ini (2026) akan bisa diusulkan untuk pengembangan pembangunan Bandaranya, termasuk pelebaran Apround maupun perpanjangan Runwaynya. 

Kata Bupati Elvis, sejak dirinya menjadi anggota DPRD Kabupaten Puncak Jaya, dirinya sudah mengusulkan untuk pembangunan Bandara Sinak, dan telah dibangun pada masa kepemimpinan Menteri Perhubungan Agum Gumelar.namun, seiring berjalannya waktu, sampai saat ini Bandara Sinak masih memiliki panjang runway 800 atau 900 Meter Persegi, dengan harapan bisa didarati Pesawat besar, namun sampai saat ini hal tersebut belum bisa terwujud. Sehingga, kedatangan Pemda Puncak ke Kementerian Perhubungan Udara untuk bisa membantu Pemda Puncak dalam hal pembangunan lanjutan Bandara Sinak, sehingga pesawat yang lebih besar atau berbadan lebar, selain jenis Caravan bisa mendarat di Sinak, dan membuka akses transportasi jalur udara yang lebih baik. 

“Kami mohon Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Perhubungan Udara untuk terus dilanjutkan pembangunannya, kita minta untuk pesawat berbadan lebar bisa masuk. Karena, pelayanan akses transportasi pesawat kalau dari Sinak lebih cepat. Karena, Puncak saat ini adalah daerah tertinggal dan untuk menjawab ketertinggalan itu, hanya akses transportasi udara yang bisa menjawabnya, dengan pelebaran dan perpanjangan runway Bandara Sinak,”ujar, Bupati Elvis Tabuni. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Puncak Herman D. Wanma, S.STP.,M.KP mengatakan, Kabupaten Puncak hanya bisa dilayani oleh akses trasnportasi udara, sehingga akibat pelayanannya hanya dengan akses transportasi udara, tentunya berimbas kepada tingginya harga ekonomi di Kabupaten Puncak, seperti sembako, bahan dan material bangunan, dan lain sebagainya. 

“Harga satu sak semen di Puncak itu mencapai dua juta delapan ratus ribu. barang menjadi mahal, karena hitungan angkutan transportasinya yang mahal pak dirjen, apalagi mungkin pak Dirjen juga pernah ke Sinak, dan tentunya tahu bagaimana situasinya disana. Sehingga, kami meminta perhatian khusus untuk meminimalisir tingkat harga barang di Kabupaten Puncak, melalui kehadiran Pesawat yang lebih besar, kemudian penambahan subsidi penerbangan dan pembangunan Bandara di sejumlah distrik di Kabupaten Puncak pak,”ungkapnya.

Menjawab persoalan tersebut, akhirnya Dirjen Perhubungan Udara dengan tegas mengatakan, pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan Udara akan membantu Pemda Puncak dan masyarakat Puncak, untuk saat ini fokus pada pengembangan pembangunan Bandara Sinak, karena hanya Sinak yang saat ini bisa dilakukan pengembangan Bandara, karena letak geografis dan medan di wilayah Sinak. (cad)