NABIRE - Markus Waine adalah sosok yang berjasa dalam pengabdiannya di Kabupaten Dogiyai. Baik dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Kabupaten Dogiyai maupun pucuk pimpinan partai politik Hati Nurani Rakyat (HANURA). Bahkan pesaing kuat Yakobus Dumupa (kini Bupati Dogiyai), pada Pilkada tahun 2017 silam.

Kendati pun demikian ajal berkata lain. Markus Waine harus memenuhi panggilan Sang Ilahi (Allah) hingga tepat pukul 04.00 WIT hembuskan nafas terkhirnya di Moanemani, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Senin (31/5/21).

Kepergian Almarhum Markus Waine, Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa menyampaikan berbelasungkawa yang mendalam.

“Almahrum Pak Markus Waine orang baik. Selama hidup dan mengabdi di Dogiyai, beliau telah berjasa dalam proses pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat maupun pengabdian politik. Baik dalam kapasitas sebagai anggota DPRD maupun pucuk pimpinan partai Hanura. Pemerintah dan masyarakat kehilangan seorang pemimpin hebat,” ujar Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa, via chat WhastApp kepada Papuapos Nabire, Selasa (1/6/21).

Atas nama pemerintah dan masyarakat, Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa menyampaikan ucapan duka cita mendalam. Kerja keras, tekun, sabar, dan komunikatif adalah tipikal Almahrum Markus.

“Kami juga mendoakan agar arwah almahrum diterima di sisi Allah di Surga dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan untuk menjalani kehidupan selanjutnya,” katanya.

Diakui Jack sapaan akrabnya, Almarhum Markus Waine memiliki rasa bangga dan cinta luar biasa bagi masyarakat dan daerahnya. Almahrum Pak Markus Waine selalu menyemangati dirinya dan semua agar setia memajukan daerah dengan kemampuan yang dimiliki.

“Inilah yang tentu menjadi warisan berharga bagi pemerintah dan masyarakat. Kita tentu belajar dari semangat Markus Waine,” pinta Jack.

Jack menambahkan, berdasarkan informasi yang ia terima, jenazah Almahrum Markus Waine akan dimakamkan di kampung tanah leluhurnya, Kampung Puweta, Distrik Kamuu Selatan, Dogiyai. (eby)